Yaya, Pembuat Gendang Nomor Satu di Kabupaten Bogor

BOGOR, kabar1.com –  Kendang atau kendhang merupakan instrumen gamelan Jawa Tengah maupun Jawa Barat yang punya fungsi mengatur irama yang dibunyikan dengan tangan dan tanpa alat bantu.

Dimana istilah untuk nama Jenis kendang yang kecil disebut ketipung, kendang menengah disebut kendang ciblon atau kebar, dan yang kendang besar dinamai kendang gedhe atau kalih.

Kendang di Jawa Barat umumnya disebut kendang Sunda. Kendang Sunda dalam satu set terdiri dari tiga kendang yaitu satu kendang indung atau kendang besar, kedua kendang anak atau kendang kulanter.

Kendang kulanter terbagi dua, yaitu kendang katipung dibunyikan dengan suara tung dan kendang kutiplak dibunyikan dengan suara pak. Sayangnya yang selama ini lebih kesohor ditelinga para pencinta musik Jaipong dan degung gamelan sundanya, hanyalah si pemain kendangnya saja, sedangkan pembuatnya, dilupakan.

Dialah Yahya Kurniawan atau Aa Yaya (50), warga Kampung Cikarawang RT 2/RW 4, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, yang dikenal oleh para seniman musik gamelan Sunda serta rombongan pemusik wayang Goleg baik di Bogor, Lebak Banten, Sukabumi, Bandung, Cianjur, Banjar, Tangerang maupun di Karawang, adalah jago menabuh kendang asal Ciampea yang juga seniman pembuat Kendang yang masih bertahan hingga kini.

Baca juga :  Imam dan Khotib di Parung Panjang Dibina MUI

Menurut pengakuan Yaya, menggeluti profesi pembuat kendang, dirasakannya sudah memakan waktu lebih dari 20 tahun, mengingat usahanya adalah warisan turun temurun dari sang ayah dan juga dari kakek buyutnya.

“Saat remaja, saya lebih tertarik dengan tehnik elektro, sampai sampai saya pernah bercita cita ingin menjadi seorang ahli Elektro,” kata Yaya.

Namun entah kenapa, sambungnya, begitu menginjak usia 25 tahun, tiba tiba muncul rasa cintanya pada kendang, dan hampir siang malam Yaya terus keranjingan berlatih kendang tanpa mengenal waktu.

“Kecintaan saya pada elektro pun memudar, bahkan saat itu muncul keinginan untuk meninggalkan bidang elektro dan lebih memilih meneruskan usaha ayah sebagai pembuat kendang,” bebernya.

Masih kata Yaya, ternyata apa yang didapatnya untuk menjadi seorang seniman pembuat kendang, justru tidak segampang yang dipikirkan, sebab selain tingkat kesulitan membuat kendang sangat tinggi, juga suara khas kendang yang berkualitas baik, harus akrab ditelinga.

Baca juga :  Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Bupati Bogor Revitalisasi Exit Tol Sentul

Kini buah dari ketekenunannya membuat kendang bermutu, hingga memainkannya, kendang hasil karya Yaya banyak diminati pasar Jabodetabek, Karawang, bahkan Eropa. “Saya adalah generasi ke empat yang mewarisi usaha membuat Kendang di Tegal Waru ini,” bebernya.

Untuk bahan bakunya, yaitu Kayu Nangka dan kulit Kerbau, lanjut Yaya, masih cukup mudah diperoleh di beberapa pelosok daerah. “Selain Kayu Nangka yang punya dengung baik untuk bahan baku pembuatan kendang, kayu lainnya adalah kayu pohon jengkol. Sehingga dalam sebulan saya mampu menghasilkan 6 set kendang mulai dari bahan kayu gelondong sampai menjadi kendang. Namun yang jadi masalah disini, adalah proses pengeringan kayunya yang membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.

Yaya menambahkan, untuk harga kendang hasil produksinya, terutama kendang berKualitas baik dimana satu setnya ia hargai Rp. 12 juta, untuk harga kendang Kelas dua Rp. 7,5 juta, harga Kelas tiga Rp 4  juta, dan harga Kelas empat Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3 juta. Berbeda lagi jika pemesan ingin memakai Kayu cempakan dan kayu kenanga, harganya lebih mahal.

Baca juga :  Satu Rasa, Satu Asa ala Paguyuban Aing Sunda

“Alhamdulilah dari hasil usaha membuat kendang, kini saya sudah mampu membiayai kebutuhan hidup keluarga hingga membiayai pendidikan sekolah anak anak. Serta untuk membeli sepetak sawah dan membangun rumah,” tuturnya.

Putra dari almarhum Pupun ahli pembuat Kendang asal Ciampea ini mengaku masih belum puas dalam berkarya, apalagi ia punya keinginan membesarkan usahanya yang sampai saat ini masih terganjal modal.

“Sebenarnya saya ingin membuka galeri Kendang, tapi tidak punya modal, mengingat kendang buatan saya ini punya kualitas satu dan paling terbaik di Kabupaten Bogor, jadi saya berharap kepada pemerintah agar mau membantu masalah permodalan untuk biaya membesarkan usaha tradisional saya ini. Selain itu saya ingin hasil karya saya ini mendapat pengakuan dari Pemkab Bogor maupun Propinsi sebagai Kendang asli Bogor,” pungkasnya.FUZ