Welahdalaaaaah, Bikin Surat Segel Tanah di Pasir Kacapi Sampai Rp10 juta

LEBAK, kabar1.com – Wajar saja jika Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan PTSL secara gratis. Sebab, kepengurusan kepemilikan tanah di desa memang sangat mahal. Contoh di Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Disini, untuk mengurus surat segel tanah, pemilik harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Dari informasi foto yang diterima kabar1.com, terdapat tanda bukti berupa kuitansi pembuatan segel pertanahan milik seseorang yang telah ditandatangani kepala desa dan si pemilik lengkap dengan cap pemerintah desa.

Baca juga :  Bawa 50 Kg Ganja, Ozan Ditangkap BNNK Bogor

Sayang, dalam foto yang tertulis penerimaan dana sebesar Rp10 juta itu, tak dikuatkan dengan kops surat sebagai bukti sah diatas hukum tentang adanya sebuah perjanjian mengikat terkait administrasi sebuah pemerintahan. Tak hanya itu, meski masih memiliki landasan kuat secara hukum karena adanya cap desa, namun kuitansi ini masih lemah karena ditulis secara tangan. Sehingga bisa memunculkan sanggahan jika dikemudian hari terdapat sebuah permasalahan.

Baca juga :  Dicekoki Miras, Pelajar SMP Dicabuli

Menyikapi hal ini, Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan (LPP), Rahmatullah menghimbau para aparat pemerintah untuk tidak mempersulit warga dalam mendapatkan hak legalitas kepemilikan tanah. “Memang masyarakat masih awam soal berapa biaya yang harus dikeluarkan. Saran saya, lebih baik urus sendiri ke BPN untuk menghindari proses pencatutan harga oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” singkatnya.

Sementara itu, dari sejumlah sumber yang diperoleh. Harga kepengurusan kepemilikan tanah memang cukup bervariasi. Sesuai dengan luasan tanah yang akan diklaim kepemilikan. Namun, meski begitu, tetap ada rumusan perhitungan seperti yang telah ditetapkan oleh BPN.

Baca juga :  Tinggal Tanah Merah dan Berbatu, Dua Ruas Jalan Ini Rusak Berat

Berikut contoh kalkulasi sederhana kepengurusan kepemilikan tanah dari Kantor Pertanahan Kota Administratif DKI Jakarta Timur. Disini, yang terbilang kota besar, untuk luas 1.000 meter hanya diperlukan dana total sebesar Rp790.000,-. Dengan rincian Rp340 ribu untuk biaya pengukuran, Rp390 ribu untuk biaya pemeriksa tanah dan Rp50 ribu untuk biaya pendaftaran formulir.