Welaahdalaaaah, Masih Banyak Warung Nasi Dan Warkop Buka Siang Hari!

BOGOR, kabar1.com – Sejak hari pertama hingga hari ke empat Minggu (20/5) kemarin, ternyata masih ada beberapa warung nasi / warteg dan warung kopi (warkop) yang pemiliknya nekat buka pada siang hari. Bandelnya para pemilik rumah makan dan warkop tersebut, dapat ditemui dikawasan Ciampea hingga Dramaga.

Padahal, dari keterangan kedua pemerintah kecamatan tersebut himbauan untuk tidak berjualan disiang hari terhadap semua pemilik rumah makan termasuk warung kopi itu, sudah dilayangkan secara tertulis sehari sebelum Puasa.

Baca juga :  Penetrasi jalan Desa Girimukti, Efisiensi Pengeluaran

“Sehari sebelum puasa, sudah kami layangkan surat himbauan agar tidak berjualan pada siang hari kepada semua pemilik warung makan dan warung kopi di Ciampea. Dimana surat tersebut bernomor 910/363 – POL.PP!,” kata Dudung Solihin, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Ciampea, kepada wartawan, kemarin.

Namun, sambungnya, apabila informasi itu benar yakni masih adanya Rumah makan atau Warteg maupun Warung Kopi diwilayah Ciampea yang tak mau patuhi aturan dan buka pada siang hari di Bulan Puasa Ramadhan ini.

Baca juga :  BMKG : Waspada Musim Pancaroba

“Kami akan melakukan peneguran terlebih dahulu, jika nantinya teguran kami tetap di indahkan, maka warung nasi dan warung kopi tersebut, akan kami segel.”tegasnya.

Terpisah, Adi Hendriyana, Camat Dramaga, mengatakan, layangan surat edaran yang berisi himbauan dilarang berjualan pada pagi hingga siang hari kepada semua para pemilik Rumah Makan apakah itu Restauran, Rumah Makan Padang, Warteg, maupun Warung Kopi, sudah dilakukan sejak dua hari hingga sehari sebelum puasa.

Baca juga :  Iwa Kuswaeri: Sabusu Kembali ke Semula, Sempat Sedikit Melenceng

“Mereka hanya diperbolehkan buka pada pukul empat sore hingga sampai waktu sahur yakni pukul dua dinihari hingga pukul empat subuh.”bebernya.

Tapi Jika nanti kedapatan masih ada pemiliknya yang bandel, lanjutnya, maka mereka akan berhadapan dengan Satpol PP Kecamatan. “Diantaranya akan dilakukan penertiban sesuai dengan peraturan daerah (perda) nomor empat tentang Trantibum,” pungkasnya.FUZ