Warga Tolak Pembangunan Waduk Kali Cibeet 

BOGOR, kabar1.com – Ribuan warga Kecamatan Cariu menolak keras rencana Pemerintah membangun waduk Kali Cibeet. Tak hanya itu, warga di tujuh kecamatan ini juga mendesak Pemerintah  agar  membatalkan pembangunan waduk yang diperuntukan sebagai pengendali banjir di Kawasan Industri Bekasi dan Karawang.

Selain akan menenggelamkan tujuh  Desa, pembangunan waduk tersebut juga diduga  bakal menghilangkan lahan pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi mata pencaharian bagi masyarakat.

“Setelah ada informasi terkait rencana pembangunan proyek waduk Cibeet, warga menjadi resah langsung bereaksi dan melakukan penolakan. Bahkan warga Desa Bantarkuning  sudah membuat surat pernyataan yang berisi penolakan waduk Cibeet, tidak tanggung-tanggung sudah 5 ribu lebih warga yang sudah tandatangan disaksikan langsung oleh Kades Bantarkuning. Kenapa masyarakat menolak proyek pembangunan waduk. Akan mengusir rakyat dari kampung halaman sendiri, menghilangkan kultur budaya, menjauhkan kami dari keluarga,  menenggelamkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat,” ungkap Joni, Ketua RW 03, Kampung Nameng, Desa Bantar Kuning, kepada wartawan.

Baca juga :  Pamit Main ke Teman, Enam Pelajar di Sumedang Malah Ikut Demo ke Jakarta

Jika pembangunan waduk ini tetap dilanjutkan, kata dia,  maka akan ada sekitar 20 ribu jiwa penduduk harus pindah dari kampung halaman mereka, karena akan ditenggelamkan seperti yang pernah terjadi pada pembangunan proyek waduk didaerah lainnya.

“Ada Sekitar  tujuh  Desa di kecamatan Cariu yang terkena dampak langsung proyek waduk Cibeet. Yang paling terkena secara langsung Masyarakat Desa Bantarkuning dan

Baca juga :  Anak Mantan Pejabat Kota Bogor Terlibat Tawuran

Desa Cibatutiga.  Alasan warga menolak karena sudah merasa nyaman dengan lingkungan. Apapun alasan dari pemerintahan pusat warga tetap akan menolaknya,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah agar tidak membuat program yang merusak ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Dia menghimbau agar pemerintah pusat membuat program yang pro rakyat kecil, jangan hanya mengutamakan kepentingan pengusaha, sementara rakyat semakin menderita.

“Tolong yang bijak dalam membuat program,  jangan merugikan rakyat,  jangan merusak lingkungan. Kalau proyek ini dipaksakan sama saja pemerintah merusak suasana.  Kami rakyat sudah damai,  sudah sejuk malah dirusak dengan program pemerintah yang mengusik kenyamanan hidup rakyat.  Bagaimana dengan nasib warga yang punya tanah hanya 50 meter itupun diperuntukan  untuk pemukiman kami ,  kalau hanya diganti rumah mau pindah kemana. Yang terjadi akan banyak warga yang terlantar dan maraknya pengangguran,” tuturnya.

Baca juga :  Yaya, Pembuat Gendang Nomor Satu di Kabupaten Bogor

Hal sama juga diutarakan salah satu tokoh agama dari Desa Bantar Kuning yang tidak mau dicantumkan jatidirinya. “Desa Bantarkuning adalah tempat tinggal dari leluhur kami. Untuk itu penolakan pembangunan Bendungan Kali Cibeet harga mati.Kemudian keuntungan  keberadaan waduk kali  Cibeet bagi warga tidak ada bagi warga,” pungkasnya.STR