Warga Kaumpandak Hadang Truk Pengangkut Limbah Kardus

  • Bagikan

BOGOR – Emosi warga RW 10 Kampung Kaumpandak Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong, atas pemutusan kerjasama secara sepihak oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk DC Cibinong akhirnya tidak terbendung.

Hal itu dibuktikan oleh warga dengan memberhentikan angkutan pengolahan limbah kardus dari vendor lain, yang ingin masuk kedalam kawasan perusahaan tersebut.

Sempat terjadi gesekan antara warga dengan aparat kepolisian, ketika warga melakukan sweeping kendaraan tersebut. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena berhasil diredam oleh warga yang lainnya.

Baca juga :  Warga Pertanyakan CSR PT Sumber Alfaria Trijaya

Lukmanul Hakim sebagai Ketua RW 10 menyatakan, pihak perusahaan akhirnya meminta warga untuk melakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan. Dan, kami juga sudah menyampaikan beberapa tuntutan kami kepada mereka,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (27/08).

Menurut Lukman, beberapa tuntutan warga diantaranya adalah melanjutkan kerjasama pengolahan limbah kardus yang selama ini juga dikelola oleh warga hingga kontrak tersebut habis.

Baca juga :  1756 Konsumen Tolak Pailit Grand Asia Afrika Residence Bandung

“Sesuai kontrak kerjasama antara kedua belah pihak habis pada Desember 2020 mendatang. Kami juga meminta agar tidak ada kegiatan pengangkutan limbah, baik dari warga maupun pihak vendor lain yang ditunjuk oleh perusahaan,” tuturnya.

Ketika ditanyakan bagaimana tanggapan perusahaan atas tuntutan warga. Lukman menyatakan, penanggungjawab perusahaan akan menyampaikan kepada pimpinan pusat terkait permasalahan tersebut.

“Mereka akan menyampaikan kepada pimpinan pusat. Karena, penanggungjawab disini tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan tersebut,” pungkasnya.

Baca juga :  Kapolres Lebak Pimpin Apel Gelar Pasukan Jelang Pilbup 2018

Seperti diketahui, warga Kampung Kaumpandak RW 10 Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong merasa PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk DC Cibinong, diduga tidak menjalankan kewajiban mereka terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Hal itu didasari, tentang terputusnya kesepakatan antara pihak perusahaan dengan warga setempat mengenai kerjasama pengelolaan limbah kardus. IRV






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *