Warga Bertanya, Pasar Senilai 18 Milliar Koq Mangkrak?

  • Bagikan

LEBAK, kabar1.com – Berharap memiliki pasar kelas A ber-Standard Nasional Indonesia bantuan Kementerian Perdagangan, faktanya hal itu hanya mimpi belaka warga Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten. Bagaimana tidak, wacana hasil pembangunan akan menjadi pasar tradisional Rangkasbitung nyatanya mangkrak.

Salah satu tokoh masyarakat, Adang Boy mengungkap realisasi pembangunan pasar yang memakan dana senilai kurang lebih Rp.18 miliar bersumber dari APBN itu seharusnya sudah dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat.

Baca juga :  Soal Jumlah Warga Miskin, Ini Kata Bupati Bogor

“Padahal dua tahun lalu (2016) Bupati Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya telah melakukan peletakan batu pertama pada proyek pembangunan pasar gajrug ini.

Adang menilai jika memang Pemerintah Kabupaten Lebak serius, dengan kurun waktu 2 tahun tersebut, seharusnya pasar tersebut sudah bisa beroperasi.

Baca juga :  Welahdalaaaaah, Bikin Surat Segel Tanah di Pasir Kacapi Sampai Rp10 juta

“Seharusnya warga Cipanas, khususnya dan untuk warga Rangkasbitung pada umumnya, sudah bisa berbelanja dengan nyaman disitu,” terangnya.

Lebih lanjut ia berharap, seharusnya pihak Pemerintah Kabupaten Lebak mau bertranparansi terkait mangkraknya pembangunan pasar baru Gajrug yang saat ini kondisi bangunan hanya rampung sekitar 60% saja.

Baca juga :  Enam Belas Finalis Saija Adinda Lebak Dikarantina Di Pesona Maranti Desa Jaga Raksa

“Saya hitung-hitung, dengan kondisi bangunan begini, prediksi saya untuk serapan anggaran hanya berkisar 11 Milliar. Harusnya Pemerintah bisa menginformasikan kapan pembangunannya akan kembali dilanjutkan jikalau memang ada penundaan?,” tegasnya.FIK/NS






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *