Utang Indonesia Makin Mengerikan

Home / Ekonomi

Selasa, 26 Juni 2018 - 11:00 WIB

JAKARTA, kabar1.com – Terpuruknya nilai mata uang India dan Indonesia di kawasan Asia tampaknya bukanlah hal yang cukup mengherankan bagi sejumlah pengamat ekonomi dunia. 

Seperti yang dikemukakan oleh Indeks kerentanan eksternal Moody’s Investors Service – yang merupakan rasio utang jangka pendek, jatuh tempo utang jangka panjang dan deposito non-penduduk selama satu tahun dihitung sebagai proporsi cadangan – menempatkan Indonesia pada 51 persen dan India pada 74 persen.

Baca juga :  Rupiah Melemah, Pemerintah Jangan Salahkan Kondisi Eksternal Terus

Dimana Moody’s mencatat pada akhir Mei 2018 lalu, India, Indonesia memiliki utang luar negeri yang relatif tinggi terhadap cadangan. Adapun Indeks kerentanan dihitung sebagai jumlah utang luar negeri jangka pendek, saat ini jatuh tempo utang luar negeri jangka panjang dan total deposito bukan penduduk selama satu tahun, dibagi dengan cadangan devisa. Data diperkirakan untuk 2018.

Baca juga :  Rupiah Melemah, Hariman : Dibutuhkan Orang Baik Yang Tidak Bikin Rakyat Susah

Namun anehnya, Mood’s melihat bahwa Malaysia dan Filipina mengalami perbedaan yang signifikan, dimana nilai mata uang ringgit seharusnya juga terpengaruh sama halnya dengan Indonesia dalam perekonomian di Asia.

Sementara Filipina memiliki eksposur asing yang rendah meski mata uang yang merupakan pemain terburuk kedua di Asia, dimana sebelumnya diketahui telah turun hampir 5 persen terhadap dolar.

Adapun kondisi keuangan global yang lebih ketat membuat nilai mata uang mereka (Malaysia-Filipina) lebih tinggi untuk membiayai kembali utang luar negeri dan menambah tekanan pada mata uang.

Baca juga :  RI Bersiap Renegoisasi dengan Rusia

Selain itu, Moody’s juga menjelaskan bahwa pada beberapa negara, termasuk Indonesia dan Filipina, hasil panen trus mengalami peningkatan. Namun, tingkat depresiasi dan lebih umum, pengetatan dalam kondisi pembiayaan, adalah tempat yang sama besarnya dibandingkan dengan taper tantrum pada 2013.