Trofi Anugerah PWI Kota Bogor, Digarap Seniman Bogor

  • Bagikan
Img 20201202 Wa0017

BOGOR – Sebagai penyempurna perhelatan penyelenggaraan acara penganugerahan di Museum PETA Bogor pada Jumat, 11 Desember 2020 nanti. PWI Kota Bogor mulai persiapkan juga tropi khusus dan medali kehormatan.

Pengerjaan trofi berbentuk khusus itu hingga melibatkan seorang seniman patung asal Bogor, Yana W Sucipto. Dirancang dengan dominasi warna emas dan memiliki tinggi sekitar 40 cm dengan lebar sekitar 15 cm, trofi ini sangat berbeda dan terlihat khusus.

“Meski masih dalam taraf modeling dan saat ini sedang proses cetak, bentuknya sudah bisa dilihat dan nampak sangat berbeda,” ujar Yana, saat ditemui baru-baru ini di studio patungnya di bilangan Cimanggu.

Rancangan trofi yang dibuat panitia ini didasarkan pada logo kegiatan Anugerah PWI Kota Bogor 2020 yang didesain oleh Rifki Setiadi. Unsurnya adalah obor dengan nyala api, kelopak bunga dan pena.

Yana menuturkan, panitia memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk dan stilasi yang diterapkan dalam unsur-unsur itu. “Konsep umumnya yang saya terapkan berdasarkan diskusi dengan perancang dan panitia adalah menularkan semangat nilai kejuangan,” tutur Yana.

Img 20201202 Wa0016

Untuk mewujudkan konsep itu, Yana WS dituntut untuk menyelesaikan kurang dari satu bulan. “Desainnya memang berbeda. Tidak rumit tapi filosofinya kuat dan konstruksinya sangat ergonomis untuk dipegang. Beratnya juga cukup. Saya berusaha menyelesaikannya sesuai deadline yang diminta panitia,” terang Yana.
Trofi dengan badan bentuk pena itu, menancap dalam lingkaran berupa potongan limas sebagai base. Sedangkan di bagian atasnya terdapat kelopak bunga yang menopang api membara dari obor.

Ia melanjutkan, unsur obor dan api itulah yang menjadi puncak dari makna trofi yang tengah dibuatnya. “Perancang menempatkan api sebagai simbol semangat, pemberi cahaya yang bisa diartikan sebagai nilai juang atau informasi yang bersifat edukatif. Mengingat di pangkal obornya dijadikan bentuk pena yang menancap tajam,” bebernya.

Sementara unsur kelopak bunga memberi makna pengabdian, tanda jasa dan rasa syukur. “Saya melihat pemaknaan kelopak bunga ini terkait peran para pejuang pandemi yang diusung dalam acara ini,” tilik Yana. Bunga juga sering diartikan sebagai penghormatan dan nama harum.

“Banyak para pejuang pandemi di Kota Bogor yang akhirnya harus mengorbankan nyawanya, gugur dalam perjuangan melawan pandemi. Makna kelopak bunga itu juga dianggap penting dalam rancangan ini,” ujar pematung senior yang sudah berkarya sejak 1975 ini.

Yana memproduksi trofi ini dengan bahan dasar polyresin dan plat metal chrome.
Setelah modeling dibuat dan disetujui, Yana mulai memproduksi dengan terlebih dahulu membuat cetakan untuk perbanyakan. Setelah cetak selesai, proses berikutnya adalah pengeringan.

“Proses itu dilanjutkan dengan membersihkan dan menghaluskan permukaan hingga rata dan tidak ada sedikitpun bagian yang kasar,” papar lelaki kelahiran 1957 ini.

Bagian finishing dari proses pembuatan itu adalah galvanisasi atau semacam pelapisan dengan kuningan warna emas sekaligus sebagai pelindung dari trofi. “Permukaannya harus sangat halus dan rata. Warna emasnya juga harus muncul. Proses ini harus membuat trofi semakin berkilau karena ini acara bergengsi,” lanjut seniman lulusan IKJ ini.

Selain membuat trofi untuk Anugerah PWI Kota Bogor 2020, Yana WS juga banyak membuat berbagai trofi lainnya sejak awal tahun 2000 seperti festival teater, musik, tari hingga film. Ia juga dikenal sebagai seniman yang pernah membuat patung Bima Arya dalam versi wayang yang kini menjadi koleksi seni Walikota Bogor.STR/*

  • Bagikan