Tolak CPNS, Para Guru di Bogor Dobrak Gerbang Pemda

BOGOR, kabar1.com – Ratusan guru honor se-Kabupaten Bogor menyerbu masuk Lapangan Tegar Beriman, Komplek Pemkab Bogor, Cibinong, Rabu (19/9/2018). Sambil menerikan kata-kata tuntutan, mereka berharap bisa bertatap muka langsung dengan Bupati Bogor, Nurhayanti.

Ya, aksi yang dilakukan para guru honorer ini tak lain merupakan bagian dari demo mereka terkait penolakan adanya pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Pemerintah. Karena itu, para guru ini mendesak Bupati Bogor mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sebagai legalitas status mereka sebagai tenaga pendidik.

“Kami ingin bertemu Bupati. Bagaimana ini status kita yang belum jelas?. Kenapa harus buka lowongan CPNS, sedangkan kita saja belum jelas,” teriak beberapa guru saat mendobrak pintu pagar Komplek Pemda Kabupaten Bogor.

Selain soal status, para guru ini juga mendesak Pemkab Bogor untuk memperjuangkan hak mereka yang sudah empat bulan belum dibayarkan. “Kasian kawan-kawan (para guru-red) yang belum terima gaji selama 4 bulan karena dana bos belum juga cair,” papar koordinator aksi yang juga Ketua Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor, Halim Sihabudin.

Halim juga mendesak, Pemkab Bogor untuk segera memperjelas status para guru honorer demi kesejahteraan bersama. “Mungkin bagi yang statusnya PNS atau mereka yang mengajar di Yayasan sudah aman. Tapi bagaimana dengan kita?,” desaknya.

Pantauan kabar1.com, para guru ini terus meriakan tuntutannya di Lapangan Tegar Beriman hingga siang hari. Sebelumnya, mereka melakukan aksi longmarch dari Stadion Pakansari yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Komplek Pemkab Bogor, Cibinong. Aksi guru ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,Tb Luthfie Syam.

Pos terkait