Tim Buser Polres Sumedang Bekuk Satu dari Tujuh Pelaku Curas

Home / Daerah / Hukum Kriminal / Peristiwa

Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:19 WIB

SUMEDANG, kabar1.com – Setelah 6 bulan menjadi buruan polisi, Asep Irwan Maulana alias Jablay (30), salah satu pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) pada 8 April lalu, akhirnya dibekuk Tim Buser Polres Sumedang, di rumah kontrakan Pondok Indah Cijati, Majalengka Jawa Barat, Minggu (22/10/2017).

Penangkapan tersangka dilakukan atas dasar laporan korban bernama Dedi Arief (52), warga Jalan Sindangsari RT 02 RW 01, Kelurahan Panyileukan, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, yang tertuang dalam lapolran polisi nomor LP/B/57/IV/2017/JBR/RES SMD/tanggal 08 April 2017.

Baca juga :  Benarkah Plt Kades Tamansari Diringkus BNN?

Dalam laporannya, korban menceritakan bahwa, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap dirinya pada Sabtu, 8 April 2017 lalu, di Jalan Raya Bandung-Cirebon, Dusun Warungbuah RT 01 RW 01 Desa Padanaan, Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, sekira pukul 02.00 WIB dinihari.

Korbanpun menyebutkan, pelaku berjumlah 7 orang dengan mengendarai kendaraan roda 4 jenis suzuki carry, warna silver. Sedangkan nomor polisi tidak diketahui. Para pelaku mempepet kendaraan milik korban. Setelah korban berhenti, 4 orang pelaku menghampiri dan menodongkan senjata tajam jenis pisu ke lehar dan perut korban.

tbn
Baca juga :  Diduga Pesta Minuman Keras, Dua Pemuda Meregang nyawa

“Dari keterangan korban, pelaku meminta uang sejumlah Rp 1.000.000,00 dan meminta handphone. Karena merasa takut dan terancam, korbanpun langsung menuruti keinginan pelaku,” ungkap Katim Buser Polres Sumedang, Ipda Sidik Akbar Kusuma.

Baca juga :  Alami Kekeringan, PDAM Tirta Kahuripan Cari Sumber Air Sendiri

Atas kejadian tersebut lanjut Sidik, korban mengalami kerugian sebesar Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Atas perbuatannya, tersangka kini menghuni ruang tahanan Polres Sumedang guna penyidikan lebih lanjut. Tersangka dikenakan pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimum 9 tahun penjara. Sementara pelaku lainnya masih dalam buruan polisi. (Sat)