Tertimpa Material, Pekerja Proyek Gorong Gorong di Cianjur Dilarikan ke IGD

CIANJUR, kabar1.com – Salah seorang pekerja proyek pembangunan gorong-gorong saluran air di ruas Jalan Ir H Djuanda (Irhanda), tertimpa material proyek dan harus mendapatkan perawatan serius di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD, Sayang, Cianjur, Minggu (19/11/17) sekitar pukul 11.45 WIB.

Informasi yang dihimpun, pekerja yang diketahui bernama Lugi (26), warga Garut, Jawa Barat itu tertimpa material proyek saat dirinya sedang mengerjakan proyek gorong-gorong.

Saat ditemui di IGD RSUD Sayang, Cianjur, korban Lugi, mengatakan, kejadiannya tiba-tiba saja material proyek yang ada di atas tubuhnya langsung ambruk dan menimpa tubuhnya.

Lugi yang baru bekerja di proyek itu selama lima hari mengaku tak menggunakan alat keselamatan kerja, seperti helm dan sepatu proyek. “Kalau gak ada kabel, materialnya pasti langsung menimbun tubuh saya. Bagian kaki yang mulai dari lutut ke bawah yang tertimpa, dan masih menunggu hasil Rontgen,” kata Lugi, sambil merintih menahan sakit.

Baca juga :  Gunakan Perahu, Kapolres Bandung Tinjau Lokasi Banjir Di Kabupaten Bandung

Lugi menyebutkan, ia bekerja dengan upah dibayar harian sebesar Rp 90 ribu per hari. “Proyeknya Bu Eva, saya dibayar Rp 90 ribu per hari, dan baru lima hari bekerja,” ucapnya.

Akibat musibah yang menimpa pekerja tersebut, mendapat tanggapan serius dari LSM Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh).

Menurut Deden Dacex dari Divisi Pengawasan Jasa Kontruksi dan Kebijakan Publik, Ampuh, Kecelakaan kerja yang terjadi lokasi proyek tersebut, terindikasi karena telah terjadi kelalaian dalam proses Kesehatan keselamatan kerja (K3) pekerja proyek tersebut.

Baca juga :  Operasi Antik Lodaya 2020, Polres Bogor Amankan 52 Tersangka Kasus Narkoba

“Hal ini terlihat jelas dari kondisi korban dan pekerja lainnya yang tidak dilengkapi alat pelindung keselamatan kerja,”ungkapnya.

Dikatakan dacex, jika hal ini yang menyebabkan terjadinya kecelakaan itu, maka kontraktor proyek itu bisa saja dipidanakan dan penyidik Polres bisa langsung melakukan penyelidikan, dengan melakukan olah TKP serta memeriksa saksi saksi yang kebetulan ada dilokasi kejadian serta meminta keterangan dari saksi korban.

Namun kata Dacex, apabila dari proses tersebut didapati adanya unsur kelalaian yg dilakukan oleh kontraktor proyek tersebut, maka penyidik polres bisa langsung mentersangkakan kontraktor proyek tersebut dengan delik melakukan kelalaian yang menyebabkan orang lain celaka.

Baca juga :  Malam Pergantian Tahun, Puncak Ditutup 12 Jam

“Kami juga mempertanyakan kewajiban kontraktor untuk mendaftarkan para pekerja proyeknya ke BPJS Ketenagakerjaan, apakah kewajiban ini sudah dilaksanakan oleh kontraktor, Kami tidak pernah melihat tanda bukti pendaftaran itu dipasang di lokasi proyek,” terangnya.

Dacex meminta, Polisi dalam hal ini Satreskrim Polres Cianjur wajib segera bergerak untuk melakukan penyelidikan, hal ini juga penting utk menjawab isue yang berkembang selama ini bahwa proyek ini adalah kavlingan oknum Aparat Penegak Hukum,”tutupnya.DIE