Terapkan Trem, Pemkot Bogor Kudu Rogoh Rp1,5 Triliun

Terapkan Trem, Pemkot Bogor Kudu Rogoh Rp1,5 Triliun 97

BOGOR – Rencana penerapan moda transportasi massal jenis trem di Kota Bogor terus dimantapkan. Namun, untuk merealisasikannya, butuh dana sebesar Rp1,5 Triliun.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai pertemuan dengan PT Colas Rail di Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Selasa (25/02/2020) siang.

Country Director PT Colas Group Indonesia, Christophe Chassagnette menyebut, mengenai dana yang dibutuhkan ia mengaku bahwa estimasi biaya yang diperlukan sekitar Rp 1,5 Triliun.

“Jadi, untuk prasarana dan sarana kurang lebih membutuhkan Rp 1,5 Triliun untuk bisa mengcover loop dan koridor yang lain. Jadi ini baru loop satu, tapi jumlah tersebut sudah mengcover semua, termasuk unit trem,” tegasnya.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp1,5 Triliun tersebut sudah termasuk mendatangkan beberapa unit trem baru dengan masa pakai 30 sampai 40 tahun.

PT Colas Rail sendiri memang ditunjuk Pemkot Bogor, untuk melakukan kajian dan studi kelayakan secara teknis guna pengoperasionalan moda transportasi trem itu.

Pihak Colas menjabarkan sejumlah sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan. Mereka mengestimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,5 Triliun untuk mendatangkan unit trem baru.

“Misalnya masalah depo, pemilihan jenis tram dan mereka mengusulkan spesifikasinya yang lowdek, kemudian, masalah jembatan yang harus dilalui dan masalah financial, masalah regulasi dan lain-lain,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dedie melanjutkan, hasil kajian pada tahap awal Colas Rail menyatakan Kota Bogor layak untuk menggunakan transportasi rel di dalam kota. Saat ini PT Colas Rail menyampaikan lanjutan hasil kajiannya kepada Tim Percepatan Trem dari Pemkot Bogor.

“Dari pemaparan hasil kajian teknis oleh Colas Rail ada beberapa hal penting yang menjadi catatan. Satu diantaranya adalah diperlukannya lahan seluas 5 sampai 10 hektar untuk depo,” katanya.

Masih disampaikan Dedie, PT Colas Rail mengusulkan depo dibangun di samping tol agar dekat dengan koridor utama yang rencananya akan berada di dekat Terminal Baranangsiang.

“Iya, tapi lahan itu bukan milik pemerintah kota dan harus diakusisi. Idealnya diatas 5 hektar untuk depo. Artinya suatu saat depo itu akan melayani seluruh koridor,” katanya. */STR/FUZ


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
70,736
+0 (24 Jam)
Meninggal
3,417
+0 (24 Jam)
Sembuh
32,651
46.16%
Reaktif
34,668
49.01%