Tak Hanya Jalan, Tonase Truk di Parung Panjang juga Timbulkan Ispa

BOGOR, kabar1.com – Dampak negatif dari adanya eksploitasi alam berupa tambang andesit bukan hanya terjadi di area pertambangan, tapi juga di jalur transportasi tambang.

“Kerusakan infrastruktur jalan menjadi hal klasik yang terus berulang tanpa ada solusinya. Begitupun masalah kesehatan warga masyarakat,” papar TB Ule Sulaeman salah satu tokoh masyarakat Parung Panjang.

Baca juga :  Apresiasi Pejuang Covid-19, PWI Kota Bogor Gelar Event Anugerah PWI Kota Bogor 2020

Menurut Ule, dari data Puskesmas, masyrakat Parungpanjang yang berobat perhari mencapai 300 sampai 350 orang. Artinya hampir lebih 30 persen pasien mengeluhkan dan mengidap penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA-red).

Sedangkan, data dari Dishub yang dia terima menunjukan, intensitas lalu lalang truk tambang per-24 jam ada sekitar 3100 unit kendaraan. “Padahal kekuatan jalan hanya 18 ton tapi kendaraan yang melintasi jalan ini beratnya 50 ton lebih. Akhirnya jalan cepat rusak dan menambah volume debu.” beber Ule.

Baca juga :  Kapolres Bogor Dukung Warga Parung Panjang

Menangapai hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mengatakan sangat mengapresiasi adanya aspirasi warga. Soal ISPA, menurut Jaro Ade sapaan akrabnya, akan menjadi perhatiam serius dan segera dilakukan kajian lengkap guna adanya tindak lanjut dalam mengatasi tingkat penanganan kesehatan warga.

Baca juga :  Percepat Hasil Tes Swap Keluar, Pemkot Bogor Ajukan Laboratorium IPB

“Langkah pertama harus ada verifikasi kebenaran data ini dari puskesmas, agar tidak cuma asumsi. Tapi prinsipnya pelayanan kesehatan dan penyediaan sarana kesehatan publik harus ditingkatkan.” tegas Jaro Ade.RIE