TAG #2019GANTIPRESIDEN Bukan Sebuah Kejahatan

JAKARTA, kabar1.com – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman angkat bicara mengenai ucapan Presiden Joko Widodo yang menyebut bahwa kaos dengan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden tidak akan dapat menjatuhkan petahana dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Ia mengaku sepakat dengan pernyataan tersebut. “Betul, kaos tidak bisa ganti presiden. Saya senang dengan respon santai presiden seperti ini,” ungkap Shohibul dalam akun twitter @msi_sohibuliman.

Ia bahkan menyebut bahwa pernyataan Jokowi merupakan hal yang positif bagi tagar yang belakangan ini menjadi marak tersebut. “Menunjukkan gerakan #2019GantiPresiden itu hal biasa, bukan kejahatan. Jadi tidak perlu disikapi berlebihan seperti beberapa pendukung Pak Jokowi,” ujar Sohibul.

Baca juga :  Pit-Matret Jamin Pembangunan Tanpa Diskriminasi

Menurutnya, tagar itu juga masih jauh dari terwujud. Sebab, hingga saat ini belum ada pasangan calon alternatif di luar petahana. Selain itu paslon alternatif tersebut harus lebih tinggi elektabilitasnya daripada petahana.

“Ini juga belum ada. Jadi sudah betul Pak Jokowi menyikapi dengan santai,” lanjutnya.

Dia kemudian menduga-duga mengenai para pendukung Jokowi yang berlebihan merespon tagar tersebut. Menurutnya, hal itu lantaran tagar #2019GantiPresiden disambut masif oleh masyarakat.

“Ini memang aneh. Paslonnya belum jelas tapi aura kemenangannya seperti sudah di depan mata. Memang ‘bayangan’ kadang menakutkan bagi orang-orang tertentu,” tukas Sohibul.

Baca juga :  Bacawapres Ma'ruf Amin Taaruf ke Kantor DPP PPP

Seperti diketahui Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap viralnya tulisan kaus sablon #2019GantiPresiden di media sosial merupakan salah satu respons masyarakat atas kegagalan pemerintah saat ini. “Itu respons kreatif pada pemerintah yang gagal memenuhi janjinya,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, belum lama ini.

Era keterbukaan saat ini, lanjut dia memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik secara kreatif. Bagi Mardani, viral #2019GantiPresiden harus disikapi arif oleh pemerintah.

“Di era milenial dan kreativitas info yang terbuka, semua jadi alat kontrol bagi pemerintah. Itu jadi pelecut bagi pemerintah untuk bekerja dengan benar dan jujur. Bukan pencitraan,” kata dia.

Baca juga :  71.188 Disabilitas Terancam Golput

Mardani tak melihat jika #2019GantiPresiden itu merupakan kampanye jelang Pilpres 2019. Menurutnya, fenomena itu merupakan suara rakyat, meski belum mewakili keseluruhan warga negara Indonesia. “Bukan kampanye karena tidak mengajak milih paslon. Wong paslonnya belum ada,” ujarnya.

“Dan belum mayoritas tapi mewakili creative minority yang biasanya punya kemampuan ide dan gagasan untuk menggulirkannya jadi bola salju,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Video produksi kaos sablon bertuliskan #2019GantiPresiden tengah viral di medisos. Kaos-kaos tersebut dijual online oleh salah satu tempat usaha kaos sablon, Teguh KaosPolos.FUZ






Pos terkait