Surat Edaran “Bupati Sepuh” Viral di Medsos

29

CIANJUR,kabar1.com – Surat edaran yang dikeluarkan Kecamatan Cikalongkulon untuk para ketua RT dan RW di wilayahnya menjadi viral dimedia sosial (Medsos) warga Cianjur. Pasalnya, dalam surat itu tercantum kata “Bupati Sepuh (Bupati Tua)” yang akan menghadiri kegiatan pembinaan RT dan RW.

Untuk diketahui, Bupati Sepuh tersebut merujuk pada Tjetjep Muchtar Soleh, yakni Bupati Cianjur sebelum Irvan Rivano Muchtar (Bupati Cianjur saat ini). Tjetjep yang kini menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur itu, sebelumnya menjabat sebagai Bupati selama dua periode.

Surat yang kini menyebar di media sosial pun menjadi perhatian warga Cianjur. Warga net pun banyak memberikan komentar disetiap akun yang memposting surat resmi dari Kecamatan Cikalongkulon tersebut. Sebagian besar mempertanyakan maksud dari kata itu, sebab muncul anggapan jika Cianjur memiliki dua bupati serta kekuasaan dari mantan bupati Cianjur itu tetap langgeng.

Dalam edaran itu, rencananya pembinaan akan dilakukan pada 7 November 2017 di Aula Desa Cinengsi Kecamatan Cikalongkulon. Sejumlah pejabat pun dikabarkan bakal hadir.

Ditanya terkait viralnya surat edaran itu, Camat Cikalongkulon, Nunung Rahmat, membenarkan jika pihaknya mengeluarkan surat yang tercantum Bupati Sepuh di dalamnya.

“Muhun (iya-red) suratnya dikeluarkan Kecamatan Cikalongkulon,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (3/11/2017) malam.

Menurutnya, bupati sepuh hanya sebatas istilah yang digunakan, dan bukan berarti menjadikan Cianjur memiliki dua bupati. Bahkan menurutnya selain surat yang dikeluarkan pihaknya, surat dari kecamatan lain pun mencantumkan bupati sepuh di dalamnya.

“Itu hanya istilah, semuanya kan nyebut begitu (kepada Tjetjep Muchtar Soleh). Surat dari kecamatan lain juga mencantumkan Bupati Sepuh,” katanya.

Dia mengaku tidak begitu dipusingkan dengan padangan orang terkait surat edaran yang sudah disebarkan beberapa hari lalu. Apalagi, kegiatan itu merupakan bentuk pembinaan dan silaturahmi dari Tjetjep Muchtar Soleh, yang juga menjadi penggagas dana bantuan bagi RT dan RW.

“Mau melihat sisi mananya kan itu tergantung pandangan orang, tapi kan istilah itu memang digunakan semuanya dan sudah menganggap sebagai orangtua sendiri. Ini juga jadi seilaturahmi dia, terlebih setelah sering sakit,” tuturnya. (DIE)

Komentar anda