Surat Buat Tuan Presiden Joko Widodo

  • Whatsapp

Yth tuan Presiden

Berpuluh tahun kami hidup bersama debu setebal awan di puncak himalaya

Bacaan Lainnya

di atap genteng rumah kami pun penuh debu bagai erupsi gunung tambora yang meletus dua ratusan tahun lalu

tembok – tembok rumah kami pun penuh warna putih ke abu – abuan yang makin hari makin tebal

jalan raya penuh lubang bagai kubangan kerbau di setiap jengkalnya

pohon – pohon tumbuh di sepanjang jalan tak lagi hijau seperti kodratnya

daunya memutih seperti saat musim salju di kutub artatika

Mungkin karena ini juga anak2 kami tak berprestasi dan tak mampu bersaing dgn sekolah internasional

Tak terhitung berapa jumlah anak2 dan generasi terkena penyakit ISPA dan mati muda karena menghirup debu tambang dan asap tronton yang tak ada jeda di sepanjang jalan ini

Dan perlu kami kabarkan lagi pada Tuan Presiden

Setiap waktu kami sering menyaksikan sahabat dan adik kecil kami mati sia Рsia  terlindas ban tronton

 

Tuan Presiden

Boleh kami sedikit bertanya pada Tuan

Bukankah jalan propinsi hanya berkapasitas 8 ton tetapi kenapa ada tronton yang bermuatan 45 ton ada di jalan ini

Bukan kah truk tronton ada jalur khusus dan jalannya sendiri

Bukankah kapasitas Muat truk tronton tak boleh melebihi batas box truk

Bukankah sang supir harus sudah cukup umur dan wajib memiliki surat izin mengemudi ( SIM )

Tetapi kenapa masih banyak anak kecil dan tak cukup umur yang tampak asik mengemudikan tronton sebesar itu

 

Tuan Presiden

Siapa kah yg sebenarnya bertanggung jawab atas persoalan ini

Guberner atau Bupati kah

Karena semuanya saling melempar tanggung jawab kalau di tanya soal jalan dan tambang

Mereka asik maen pingpong saling lempar persoalan hajat hidup masyarak banyak….

Kami cuma mampu berpikir dengan pikiran kira-kira

Mungkin Bupati dan Gubernurnya sdh terlalu banyak mengantogi upeti dari para bos dan cukong tambang…itu pikiran jelek atau polos kami sebagai masyarakat bawah lho Tuan Presiden

 

Oh iya tuan Tuan Presiden

Kabarnya lebih banyak tambang yang tak berizin dari pada yang berizin alias ilegal atau bahasa kerenya tambang gelap.???

Lho kok bisa…..

 

Tuan Presiden

Kapan ada waktu mari Blusukan ke Parungpanjang

Sekedar ngecek apakah anak buah anda bekerja dengan baik atau cuma omdo dan cuma numpang makan dan tidur dari uang tips para supir dan pengusaha tambang

Agar kami juga merasa masih sebagai warga negara

Jujur lho kami bangga menjadi masyarakat Indonesia

Yang sampai saat ini masih memegang teguh tradisi dan budayanya karena menurut mereka negeri ini masih berjuluk negeri sorga yang di lintasi garis khatulistiwa dan negeri subur makmur tentrem adem ¬†gemah ripah loh jinawi…

 

Trimakasih kami ucapkan tuan presiden

Semoga di apresiasi dan mampu melangkahkan kaki ke kampung kami

 

Wassalam

Parungpanjang

03. 06. 2018

STR (*)

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia