Sportpreneur di Dunia Olah Raga

Oleh Harry Samputra Agus

kabar1.com – Dalam dimensi kekinian oleh raga sudah menjadi wilayah kosmis/jagat semesta di ranah ekonomi yang memiliki fungsi dan kemanfaatan sebagai komoditas sekaligus pasar yang dibutuhkan dan digayahidupkan milyaran manusia. Olahraga bukan lagi sebatas hobby dan dikelola amatiran. Industri ini memerlukan profesionalitas manusia dan sistem legalitas yang ajeg.

Dualitas akan makna kewirausahaan olahraga(mikro kosmos bisnis olah raga) dan olahraga kewirausahaan (makro kosmos bisnis olahraga) menjadi bahan kajian penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Makna dari keduanya adalah kewirausahaan olahraga adalah berporos di bisnis dan industri olahraga itu sendiri yang berbasis kompetensi, solusi dan termin waktu eksekusinya. Sedangakan Olahraga Kewirausahaan adalah kewirausahaan yang dijiwai olah semua dimensi olahraga baik konsep nilai maupun aplikasi teknik, taktik dan strategi di “lapangan kewirausahaan”. Di sini sportifitas yang berbasis integritas di lapangan, kepemimpinan dan menajemen di lapangan, pelayanan di lapangan, adaptasi di lapangan, kreatifitas bisnis di lapangan dan keglobalan hikmah di lapangan menjadi acuan dan standar keadabannya. Ini semua bernilai IBADAH….

Baca juga :  Croser Nasional dan Internasional Ramaikan Kejurnas Motor Cross

Ke depan tumbuh suburnya perusahaan kepemimpinan dan manajemen olahraha adalah suatu keniscayaan. Dari memimpin dan mengelola manusia/SDM baik atlit,pelatih,pembina dll. Juga sistem keolahragaan itu sendiri, kompetisi, sistem klub, sistem penunjang seperti peralatan olah raga dll.

Baca juga :  Di Bogor, Kementerian PUPR Tinjau Lokasi Penunjang Piala Dunia U-20

Respon dan antusiasme khalayak harus ditangkap dan menjadikan #Sportpreneur menjadi gerakan keadaban baru. Permodalan dalam arti luas dan kru profesional menjadi kebutuhan dan sekaligus tuntutan di pasar. Sikap dan tindakan Optimistik diperlukan dalam keterbatasan sumber daya.

Harapan mengguritanya industri dan dunia bisnis berbasis #sportpreneur meski potensi pasarnya sangat besar, tantangan kepemimpinan dan pengelolaannya lebih berat di banding negara-negara yang lebih dahulu sadar akan hal ini. Di sini banyak bisnis/aktivitas olah raga membayar media untuk disiarkan. Di sana media membayar hak siar olahraga. Kondisi terbalik dan memerlukan transformasi cepat dan dalam ketepatan kebijakan negara. Kreatif dalam mengaplikasikan strategi media. Permodelan bisnis masih didominasi sponsorship, penghasilan dari peralatan,tiket,lisensi, merchandise masih kecil.

Baca juga :  Asyik, Eze dan Febri Segera Gabung

Pasar negara kita sangat prospektif, memajukan klub-klub olahraga dengan menjadikannya global dan juga mengkondisikannya jadi brand gaya hidup …perlu strategi komunikasi yang canggih. “Outlet-outlet” #sportpreneur memerlukan kepemimpinan yang kuat dan berkeahlian.(*)

 

PRESS NOTIFICATION AND RELEASE… Bahan diskusi di SEMINAR NASIONAL ILUNI UI – Transformasi Sepak Bola Indonesia…….
#HarrySamputraAgus
Direktur Utama PT KABARINDO MEDIA UTAMA #KabarindoMediaGroup Alumni FHUI, Coach di #MakaraMerah