Soal Jumlah Warga Miskin, Ini Kata Bupati Bogor

BOGOR, kabar1.com – Bupati Bogor, Nurhayanti menyikapi soal tingginya angka warga miskin di daerah yang dipimpinnya. Ia mengaku, hal ini tidak bisa semua diselesaikan menggunakan kekuatan keuangan daerah.

Ia pun berharap banyak pada program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan swasta, dalam menyelesaikan permasalahan kampung-kampung terisolasi di Bumi Tegar Beriman.

“Belum ada laporan hasil evaluasinya. Tapi, saya punya solusi akan mengambil dana CSR. Kemungkinan dari Bank Jabar. Karena APBD kita kan terbatas,” kata Nurhayanti.

Baca juga :  Positif Covid-19, Warga Tajurhalang Langsung Dievakuasi ke RSUD Cibinong

Alokasi anggaran per tahun untuk daerah terisolir yang mencapai Rp10 miliar dari APBD, dia rasa tidak cukup. “Makanya CSR itu saya rasa bisa untuk percepatan,” ungkapnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018, Pemkab Bogor menargetkan pembangunan akses jalan di seluruh wilayah. Namun, hingga tahun terakhir masih ada 24 kampung minim aksesibilitas.

Baca juga :  Tiga Kendaraan Tabrakan di Cijeruk

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) meliris 487 ribuan atau sekitar 8,57 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor saat ini, miskin. Namun angka ini disebut turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 490 ribuan.

Baca juga :  Jalan Rawa Kalong Gunungsindur Dikerjakan Asal-Asalan

Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial (Kesos) pada Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BappedaLitbang) Kabupaten Bogor, Emy Sriwahyuni mengatakan Pemkab Bogor menargetkan tahun ini untuk menekan angka kemiskinan hingga 8 persen. Menurutnya target tersebut bisa terkejar satu tahun ini asalkan semua instansi termsuk masyarakat itu sendiri berperan. FUZ






Pos terkait