Soal Jalan Bojonggede-Kemang, Ini kata Kadis PUPR

  • Whatsapp

BOGOR, kabar1.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengklaim bahwa tidak dianggarkannya proyek Jalan Raya Bomang dikarenakan pemerintah harus mengecek dan mengkaji lebih dalam dulu. Sebab, proyek tersebut harus berhenti ditengah jalan lantaran mengalami kegagalan. 

“Bomang gak dianggarkan. Kita cek dulu nanti ditahun 2018. Kita lihat apa bisa proyek ini diprogramkan dan dilaksanakan ditahun 2019 mendatang,” kata Yani.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, Yani mengaku DPUPRakan Bogor fokus untuk memperbaiki jalan rusak menjelang memasuki musim libur panjang diakhir tahun nanti. Perbaikan jalan rusak bahkan telah mencapai 80 persen, saat inipun masih dilanjutkan pekerjaan perbaikan jalan rusak.

Pemeliharaan jalan ini dilakukan guna mengantisipasi kemacetan serta kecelakaan lalu lintas. Terlebih, saat ini sudah memasuki musim hujan, akan berbahaya jika jalan rusak terus dibiarkan.

“Ada 20 persen lagi yang harus diperbaiki. Saat ini kita masih persiapkan perbaikannya. Tetapi bukan berarti semua jalan sekaligus, tapi masih dipersiapkan dan secara bertahap dilakukan,” ujar Yani.

Perlu diketahui, sedikitnya ada 37 ruas jalan alternatif yang kerap digunakan oleh pengunjung maupun wisatawan untuk berlibur. Tak hanya itu, ada 13 titik kemacetan yang harus diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor seperti Jalan raya Puncak, Pasar Ciawi, Cisarua, Perempatan Gadog, Caringin dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Nurhayanti mengaku pemerintah terus mendorong keberlanjutan proyek Jalan Raya Bomang. “Belum dianggarkan, tapi kita dorong terus. Memang ini harus diintervensi oleh pemerintah pusat,” katanya. 

Bupati Bogor pun sempat merasa geram dengan mangkraknya proyek ini. Saat melakukan sidak beberapa waktu lalu, Nurhayanti menemukan ada 19 deviasi atau penyimpangan dalam proses pengerjaan.FUZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia