Siswa Magang & Guru Honorer Wajib Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

BOGOR-kabar1.com-Siswa magang dan guru honorer di Kota Bogor akan dilindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Karena siswa magang termasuk dalam tenaga kerja, bukan penerima upah yang tetap harus mendapatkan jaminan.

“Jadi kami mengingatkan sekolah agar mereka turut memastikan semua siswa yang magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) sudah masuk dalam jaminan. Sehingga, jika terjadi kecelakaan kerja saat magang tidak akan menjadi beban orang tua, melainkan sudah tercover dari BPJS,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor, Chairul Arianto, saat sosialisasi tingkat kepatuhan terhadap peraturan program jaminan sosial ketenagakerjaan di salah satu rumah makan, Rabu (12/11/2018).

Sosialisasi yang diikuti 102 Kepala SMK se-Kota Bogor itu, katanya, untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya jaminan ketenagakerjaan bagi siswa yang magang di perusahaan dan bagi guru honorer. “Sosialisasi ini dianggap penting dilakukan. Mengingat masih banyaknya SMK di Kota Bogor yang belum mendaftarkan guru honorer dan siswa yang magang ke BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Jadi, ia mengingatkan, jika siswa magang saja harus didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan, begitu pula dengan guru honorer. Selain program jaminan kecelakaan kerja, bagi guru honorer juga ditambah dengan jaminan hari tua dan pensiun. “Ini sangat penting. Mengingat, rata-rata gaji guru honorer masih dibawah UMR. Sehingga, sudah seharusnya didaftarkan dalam program jaminan. Kami berharap yayasan atau sekolah mau mematuhi peraturan ini dengan mendaftarkan guru honorer dalam program jaminan ketenagakerjaan dan juga kesehatan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, Pemerintah Kota Bogor mendukung adanya program jaminan kecelakaan kerja untuk siswa magang. Pasalnya, dengan premi Rp 16.800 per bulan, BPJS Ketenagakerjaan siap mengcover biaya pengobatan hingga Rp24 juta, jika terjadi kecelakaan.

Meski jumlahnya cukup besar, ia sendiri berharap agar jangan sampai terjadi kecelakaan ataupun musibah. “Ini kan untuk perlindungan bagi siswa juga dari mereka berangkat sampai pulang magang. Semoga sekolah paham dan turut serta dalam program ini apalagi siswa magang pun sudah dikenakan biaya oleh sekolah,” pungkasnya. URI

Pos terkait