BOGOR – Giat operasi penyakit masyarakat (Pekat) serta kepatuhan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Perbup Nomor 52 tahun 2020, yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, ke sejumlah lokasi di perbatasan di timur Bumi Tegar Beriman, sempat terhadang oknum masyarakat yang tak terima tempatnya dirazia petugas, Kamis (27/8/2020).

Kendati begitu, tim Satpol PP Kabupaten Bogor tetap berhasil menjaring 21 wanita malam dan dua waria dalam razia dibeberapa wilayah Kecamatan seperti Cariu, Tanjungsari dan Cileungsi. Uniknya lagi, dari para PMKS yang terjaring ini, satu orang diketahui tengah hamil 6 bulan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Teguh Sugiarto mengaku, razia yang digelar kali ini memang tidak optimal karena sempat menemui kendala dilapangan. Meski begitu, dirinya mengapresiasi kinerja para petugasnya yang tetap mampu menjaga konsistensi Satpol PP dalam mengemban amanah sebagai korps penegak perda.

“Tim tahu mana yang akan menimbulkan resiko mana yang tidak. Saat dihadang, dengan jumlah personel yang terbatas, kita harus ambil keputusan cepat. Dan langkah yang diambil adalah yang terbaik. Tapi, kita akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang disinyalir jadi muara penyakit masyarakat serta tak memiliki izin. Kedepan, kita akan coba lakukan tindakan tegas dengan melakukan langkah sesuai aturan Perda, mulai dari segel hingga kemungkinan jika melanggar, akan kita bongkar,” tegas Teguh.

Senada, Kasi Penengakan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Budiarso mengatakan, akan melakukan langkah konkrit untuk meminimalisir pelanggaran peraturan daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten Bogor. “Sesuai tupoksi kami, tentunya dari hasil pendataan dan operasi yang kami lakukan, akan kita segera ambil kebijakan tegas. Jika melanggar, tentunya ada sanksi yang akan diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam razia yang digelar kali ini, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor menyisir sejumlah wilayah perbatasan. Tak hanya rumah yang disulap menjadi lokasi karoke tapi juga kontrakan yang kerap disediakan khusus pars PMKS untuk ‘menjamu’ tamu-nya.

Wilayah Kecamatan Tanjungsari menjadi titik pertama yang disasar. Disini beberapa rumah tempat tinggal yang kerap dijadikan karoke menjadi target. Hasilnya, beberapa PMKS digiring. Selanjutnya, kawasan Cariu menjadi sasaran selanjutnya. Dua titik yang sebelumnya diketahui kerap menjadi sarang pekat pun didatangi. Lagi, beberapa wanita juga langsung dibawa petugas ke atas truk.

Tak puas dengan dua lokasi itu, dua kawasan ‘kawakan’, Blok Anggrek dan Cokelat pun jadi destinasi selanjutnya. Disini, tak mau kecolongan, petugas Satpol PP memainkan strategi taktis. Tim dibagi dua dan langsung menyasar lokasi yang telah ditentukan dengan gerak cepat. Lagi-lagi, sejumlah wanita malam pun digiring.

Kendati begitu, di salah satu lokasi tersebut, satu tim sempat menemui hadangan dari oknum masyarakat. Tak mau gegabah, tim pun langsung kembali karena sebelumnya memang telah ditetapkan, razia harus dilakukan dengan waktu yang sangat cepat.

“Mereka (PMKS-red) akan langsung didata dan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos), untuk selanjutnya, jika terindikasi akan dikirim ke panti rehabilitasi. Untuk yang lainnya, segera akan dilakukan langkah tegas,” singkat Kasatpol PP Kabupaten Bogor, A. Ridho. NZI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

593 Hexymer Diamankan Polisi dari Rumah Kontrakan di Bandung

BANDUNG, www.kabar1.com – Satu toples berisi 593 obat sediaan farmasi jenis Hexymer…

Resahkan Masyarakat Ormas Badak Banten Ancam Geruduk Matel

LEBAK, www.kabar1.com – Maraknya aksi nekat yang dilakukan kumpulan Mata Elang (Matel)…

Tak Punya Ongkos, Gareng Jambret Calon Pengantin

BANDUNG, www.kabar1.com – Ibarat jatuh, tertimpa tangga pula. Wildan (22) dan Reni…

Nekat, Pelaku Kriminal Ini Nyaris Tipu Kapolsek

BOGOR – Kapolsek Cileungsi, Komisaris Polisi Endang S, nyaris jadi korban penipuan…