Sidang PTUN Perkara Pilkada Maluku Utara Masih Berlanjut

Home / Politik

Senin, 11 Februari 2019 - 14:30 WIB

KABAR1.COM, – Meski pemenang Pemilihan Gubernur Maluku Utara Tahun 2018 sudah ditetapkan melalui keputusan Mahkamah Konstitusi pada 13 Desember 2018, yang menyatakan bahwa Paslon Nomor Urut 3 KH. Abdul Gani Kasuba  dan Al Yasin Ali, memperoleh suara terbanyak setelah pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di enam desa dan dua kecamatan.

Namun terkait gugatan dari Paslon Nomor Urut 1 Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar selaku Pengggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon dalam perkara Nomor 18/G/2018/PTUN.AMB, sidangnya akan kembali digelar. Menurut jadwal di PTUN Ambon, sidang perkara tersebut akan dilaksanakan pada hari Selasa 12 Februari 2018, pemeriksaan persidangan akan memasuki pemeriksaan saksi dan ahli dari Pihak Penggugat dan Pihak Tergugat, sedangkan dari Pasangan Calon Nomor Urut 3 KH. Abdul Gani Kasuba  dan Al Yasin Ali, tidak menghadirkan kuasa hukumnya.

Baca juga :  Pilwalkot Bandung, GM Kosgoro Bandung DUkung Nomor Urut 2

Menurut keterangan dari Ali Nurdin, SH, ST, selaku kuasa dari KPU Propinsi Maluku Utara (Tergugat), bahwa Pihak Penggugat dijadwalkan untuk menghadirkan 2 orang ahli hukum, yaitu dari Jakarta dan dari Unhas Makasar, “sedangkan dari pihak tergugat akan menghadirkan dua orang saksi yaitu dari Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Pihak Penggugat telah menghadirkan saksi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan dua orang mantan Kepala Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

tbn

Perkara ini berawal dari rekomendasi Bawaslu Provinsi Maluku Utara kepada KPU Provinsi Maluku Utara untuk mendiskualifikasi KH. Abdul Gani Kasuba, L.c. yang menjabat sebagai GUbernur Maluku Utara,  sebagai Calon Gubernur Maluku Utara, karena dianggap telah melakukan mutasi pegawai di lingkungan pemerintahan Provinsi Maluku Utara tanpa persetujuan Menteri Dalam Negeri, sehingga dianggap melanggar Pasal 71 ayat 2 UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Baca juga :  Aktivis Se-Kecamatan Malingping Bahas Pemekaran Kabupaten

Menurut hasil koordinasi yang dilakukan KPU Provinsi Maluku Utara dengan Menteri Dalam Negeri, bahwa telah ada persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur Maluku Utara untuk melakukan penggantian pejabat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Maluku Utara, sehingga KPU Provinsi Maluku Utara menyatakan dugaan pelanggaran Pasal 71 ayat (2) UU Pilkada oleh Gubernur Maluku Utara tidak terbukti, sehingga Abdul Gani Kasuba masih dianggap memenuhi syarat sebagai Calon Gubernur Maluku Utara.

Baca juga :  Setelah PPP, PKS dan Demokrat Rajut Koalisi 

Rupanya keputusan KPU Maluku Utara tersebut tidak diterima oleh Pasangan Calon NOmor Urut 1, sehingga mengajukan gugatan ke PTUN Ambon dengan alasan KPU telah melanggar Asas-asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB) karena tidak melaksanakan rekomendasi Bawaslu Provinsi Maluku Utara.

Lebih lanjut Ali Nurdin menjelaskan bahwa KPU Provinsi Maluku Utara telah melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan perkara tersebut kepada Majelis Hakim PTUN Ambon untuk memeriksa dan mengadilinya serta mengambil keputusan yang seadil-adilnya.