Sidang Kedua Ujaran Kebencian Sri Rahayu Di Undur

CIANJUR, kabar1.com – Sidang kedua kasus ujaran kebencian melalui media sosial dengan terdakwa Sri Rahayu Ningsih ‎yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (23/10) ditunda.

Penundaan sidang dengan agenda penyampaian keterangan dari para saksi ahli ini diundur lantaran ada saksi yang sakit dan lainnya tengah menjalani tugas.

Kuasa Hukum Sri Rahayu dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati‎, ‎mengaku kecewa dengan tidak hadirnya para saksi tersebut, apalagi sampai semuanya bersamaan berhalangan.

Baca juga :  Mulai 6 Nopember 2107 Tronton Dilarang Lintasi Jembatan Leuwiranji

“Sidang kali ini diagendakan pemeriksaan saksi. Ada lima saksi, dan semuanya berhalangan hadir. Memang cukup mengecewakan,” kata Nadia saat ditemui usai sidang.

Namun begitu menurut Nadia, ketidakhadiran saksi juga menjadi keuntungan, sebab pihak kuasa hukum mendapatkan waktu cukup panjang untuk mempelajari Berita Acara Perkara (BAP) yang saat ini tengah diminta berkasnya.

Baca juga :  Meroket Harga Telur dan Daging Ayam Di Pasar Banjar 

“Kami sudah mintakan (BAP), tapi masih belum diserahkan. Kami berhak mendapatkan BAP untuk pembelaan terdakwa,”ucapnya.

‎Humas Pengadilan Negeri Cianjur, Erlinawati, mengatakan, sidang tersebut akan kembali digelar dengan agenda yang sama pada pekan depan. Dijadwalkan sidang dilaksanakan pada 1 November 2017.

“Sidangberikutnya Rabu depan, sebab sekarang saksi-saksi tidak hadir,” ucapnya.

‎Sri Rahayu mulai menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian melalui media sosial Senin (16 Oktober 2017).

Baca juga :  Terapkan Pola Preventif, PT Aswindo Pabrik Keempat Yang Luput Dari Pengecoran

Dalam pembacaan dakwaan, Sri dituduh melakukan kejahatan sesuai dalam pasal 45 a ayat 1, junto ayat 2 UU RI nomor 19/2016tentang perubahan UU11/2008 tentang informasi transaksi elektronik.

Dakwaan kedua, Sri dituntut pasal 16 junto pasal 4b (1) UU RI 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras atau etnis. Pada dakwan ketiga pasal 156 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP. (Die)






Pos terkait