Setelah Dihantam Banjir Bandang Irigasi Ciparengpeng Tidak Lagi Berfungsi

LEBAK | kabar1.com- Setelah dihantam banjir bandang tahun lalu, Daerah Irigasi (DI) Ciparengpeng yang berlokasi di Desa Sukamaju Kecamatan Sobang, kabupaten Lebak, Banten kondisinya rusak parah dan tidak dapat digunakan.

Menurut Ahmad Hafiz Setiawan Kepala Desa Sukamaju mengatakan bahwa, para petani di Desanya mengalami kesulitan air akibat pasokan air dari DI Ciparengpeng sama sekali tidak dapat digunakan lagi akibat saluran DI tersebut sebagian tersumbat dan hancur akibat terjangan banjir bandang.

Baca juga :  Ribuan Karyawan Kontrak PT Kahatex Dirumahkan, Antisipasi Corona

“Sebelumnya DI itu baru selesai diperbaiki, namun baru saja selesai saluran DI tersebut kembali hancur akibat terjangan banjir bandang. “Jelasnya.

Padahal jumlah Hektare pesawahan yang airnya tergantung dari irigasi tersebut lanjut Wawan mencapai 36 Ha, atau dengan kata lain Irigasi tersebut sebagai urat nadi para petani di Desanya. Sebagai antisipasi agar proses bertani para petani di desanya bisa terus berjalan ia beserta seluruh masyarakatnya telah dua kali melakukan gotong royong dengan memasang pipanisasi akan tetapi sayangnya pipa-pipa hasil gotong royong tersebut selalu hancur kembali.

Baca juga :  Disdikbud Cianjur Bakal Panggil Pelaku Pungli

Berdasarkan hal itu Wawan selaku kepala Desa meminta kepada pihak Dinas dan instansi terkait segera membantu pera petani di desanya untuk melakukan perbaikan kembali, sehingga Irigasi tersebut dapat berfungsi maksimal,  sehingga petani tidak lagi merasa bingung ketika mengolah lahan pertaniannya.

Baca juga :  1.608 Orang Capra IPDN, Laksanakan Diksarmendispra

“Dengan kejadian hancurnya irigasi itu, ia selaku Kepala Desa telah melayangkan permohonan perehaban kepada pemerintah. “Tukas Wawan. PIK

,