Sebut Tadarusan Seperti Karoke, Warga Perancis Minta Maaf

BOGOR, kabar1.com – Seorang warga negara asing asal Perancis, Frank (65) akhirnya meminta maaf kepada umat muslim. Pernyataan ini dibuat setelah Frank dipanggil pihak Kepolisian Sektor Ciampea, Minggu (3/6/2018).

Frank yang tinggal di Kampung Ciampea Ilir, RT 03/06, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea ini sebelumnya menegur dan menghentikan kegiatan remaja yang menggelar tadarusan (pengajian-red) dengan menuding Ustad Ade Syafei dan para Remaja tersebut sedang bernyanyi karaoke pada Sabtu (2/6/2018) pukul 13.30 WIB.

Namun aksi Frank tak sampai disitu. Aksi marah marahnya berlanjut sampai sore harinya, dimana Frank kembali mendatangi rumah Ustad Ade Syafei sambil melontarkan ucapan jika sang Ustad Ade Syafei pada siang harinya memang sengaja bernyanyi Karaoke memakai pengeras suara (speaker) di Mushola dan membuat kebisingan.

Baca juga :  Ratusan Bangli Bojonggede Bakal Dibongkar

Kapolsek Ciampea, Kompol Adi Fauzi, membenarkan, bahwa pihaknya sudah mengamankan WNA asal Francis bernama Mr. Frank dari rumah kediaman istrinya di Kampung Ciampea ilir Rt.03/06 Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea.

“Masalah ini hanya masalah salah paham saja, karena berdasarkan pengakuan WNA itu, termasuk dari keterangan istrinya, Mr. Frank memang tidak faham dengan kebiasaan warga dan para remaja di Kampung yang selalu rutin melakukan kegiatan Tadarusan atau pengajian bersama disetiap Sabtu siang pada Bulan Ramadhan ini. Jadinya saat siang hari itu, MR. Frank merasa terganggu, terlebih mendengar suara keras yang keluar dari pengeras suara Mushola Nurul Jadid, yang menurut dia berisik dan bising!,” kata Kapolsek.

Untuk mencegah agar masalah salah pahaman ini tidak meluas kemana mana, sambung Kapolsek, pihaknya sudah melakukan mediasi perdamaian antara Frank dengan Ustad Ade Syafei serta dengan perwakilan tokoh masyarakat setempat, sehingga atas kekhilafannya tersebut, Mr. Frank menyatakan penyesalannya dan meminta permohonan maaf kepada Warga Muslim Tegal Waru maupun kepada masyarakat Muslin di seluruh Indonesia. “Mengingat ulahnya itu, kini menjadi Viral dan menyebar disemua jejaring Sosial,” beber Kapolsek.

Baca juga :  Gara-Gara WNA, Kadisdukcapil Lebak Bongkar Praktek Pungli

Kapolsek menambahkan, kejadian bermula, pada hari Sabtu tanggal 2 Juni 2018 pukul 01.30 Wib, ketika Ustad Ade Syafei sedang melaksanakan Tadarusan bersama remaja sekitar di Mushala Nurul Jadid, tiba tiba datang seorang WNA yang merupakan tetangga Ustad yang di ketahui bernama Mr.Frank, yang merasa bising dan tidak senang dengan adanya tadarus pengajian  memakai speaker, akan tetapi disaat itu, sikap Ustad Ade Syafei dan para remaja, mengacuhkannya.

Baca juga :  Kompi Kavaleri Berhasil Usir Mundur Gerakan Pengacau Keamanan

“Merasa tidak puas karena dimasabodokan, dihari yang sama Sehabis sholat Zhuhur Mr.Frank kembali mendatangi rumah Ustad Ade Syafei dan menegur dengan sebagian bahasa yang kurang dimengerti. Pada saat itu kebetulan ustad Ade syafei ada dirumah, termasuk ada tamu bernama Qodir yang sedang memegang Hp dan merekamnya. Selanjutnya Qodir memberi tahukan kepada temannya bernama Iqbal yang kemudian menyebarkannya ke jejaring sosial media. Akhirnya dari situlah masalah tersebut menjadi Viral,” terang Kapolsek.

Pihak Polsek sendiri langsung sudah mengambil langkah meredam masyarakat di lingkugan Tegal Waru agar tidak bereaksi. “Kami kemudian Menghubungi semua tokoh masyarakat disekitar diantaranya MUI Desa. Selanjutnya saya Memanggil kedua belah pihak dan menyelesaikan permasalahan ini dengan musyawarah serta mufakat di dampingi babinsa dan babinmas”,pungkasnya. FUZ