Sebelum Ada Penambangan Pasir, Jalan Desa Dan Cek Dum Nameng Sudah Terbentuk

LEBAK, kabar1.com- Bermula dari pasca tambang pasir kwarsa yang dilakukan CV Tomi Perdana tahun 2012. Saat itu, berdasarkan Ijin Usaha Penambangan ( IUP) atas nama Dadang Suhendar terdapat, 5 Hektar, serta diketahui bahwa jalan poros Desa dan Cek Dum yang menjadi batas areal tambang di blok Cek Dum di Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Ditegaskan Jamaludin, mantan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Nameng, yang menuturkan jika sejak kali pertama penambangan di lakukan CV.Tomi Perdana, posisi jalan tetap aman dan tidak pernah di ganggu.

“Karena itu, kami heran dengan adanya klaim dari Gunawan selaku penambang dan Kudeng wakil pengusaha penambangan, dimana mereka mengklaim jika jalan Desa dan Cek Dum adalah bagian dari areal penmbangan, yang berakibat raibnya badan jalan desa serta Cek Dum,” Katanya, pada kabar1.com, Rabu (11/72018) di Rangkasbitung.

Masih kata Jamal, sejak tahun 1982 jalan Desa dibangun masyarakat sebagai akses menuju kawasan Perkebunan Inti Rakyat (Pirbun). Kala itu pula, Bupati Lebak H Oman Sahroni, meresmikan pembangunan Cek Dum yang lokasinya berbatasan dengan jalan poros Desa.

Kini dua aset Desa berupa Cek Dum dan jalan poros Desa hilang tidak berbekas selain itu jalan desa yang ada pun hancur akibat dari dampak penambangan. Disinyalir, dua aset Desa tersebut jadi objek penambangan.

“Jalan poros Desa tersebut, menghubungkan dengan kawasan Pirbun. Histori jalan poros Desa yang menghubungkan Desa Nameng Desa Cimangeunteung hingga Desa Citeras itu jelas ada, sudah kami cek, datanya pun ada ko di Desa Nameng hingga saat ini,” Terang Jamal.

Hasil investigasi media ini, di perusahaan CV.Tomi Perdana, di peroleh data dan keterangan dari Dadang Suhendar, bahwa berdasarkan data sertifikat kepemilikan atas nama Suteja. Alur jalan desa dan Cek Dum tersebut tertera jelas, bahkan sudah berpungsi jauh sebelum CV Tomi Perdana menambang di kawasan itu.

“Areal ini disebut blok Cekdam 16, ini jalan Desa yang membatasi dengan kawasan tambang eks CV Tomi Perdana seluas 1,5 hektar.,”  Jelas Dadang. (YNS/AIS/WNK)


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
66,226
+1,268 (24 Jam)
Meninggal
3,309
+68 (24 Jam)
Sembuh
30,785
46.48%
Reaktif
32,132
48.52%