Satpol PP Razia Perokok di Angkot dan Mall

13

BOGOR, Kabar1.com – Implementasi penegakan Perda 12/2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terus dilakukan oleh Satpol PP Kota Bogor. Salah satunya dengan melakukan razia di kawasan yang termasuk zona KTR.

Kali ini, kawasan KTR yang menjadi perhatian Satpol PP adalah pusat perbelanjaan ternama jalan Djuanda Kota Bogor dan moda tansportasi angkutan kota (angkot).

Sejumlah petugas Satpol PP dalam razia itu melakukan penyisiran terhadap para pengunjung mal yang kedapatan tengah merokok. Sementara di angkot-angkot, razia dibantu oleh petugas Dinas Perhubungan dilakukan di sekitar lokasi pusat perbelanjaan.

“Data sementara yang terjaring puluhan sopir angkot dan pengunjung mal. Setelah didata, mereka langsung menjalani persidangan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) disini,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasi pada Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah, ditemui di lokasi

Selain razia, penegakan perda ini juga didukung dengan sosialisasi lewat pemasangan sejumlah stiker di kawasan publik yang termasuk dalam zona KTR. Tak hanya penegakan Perda 12/2012, Satpol PP juga melakukan upaya penegakan Perda 8/2006 tentang Ketertiban Umum.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berada di kawasan Jalan Djuanda dan Cidangian, Bogor Tengah, Kota Bogor. Ada belasan pedagang yang terjaring razia berikut barang dagangannya.

Agus mengatakan, bahwa implementasi perda di kota Bogor ternyata mendapat perhatian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sehingga kota yang berjuluk kota hujan ini dijadikan sebagai percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kita sudah empat hari inu kedatangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari seluruh Indonesia. Mereka datang kesini untuk mengikuti bimbingan teknis pemantapan PPNS dalam melaksanakan penegakan perda,” kata Agus.

Sebelumnya, PPNS ini mengikuti berbagai kegiatan penegakan perda, seperti penyegelan hingga pembongkaran tower dan razia minuman keras (miras).

“Dan hari ini mereka mengikuti penegakan perda KTR dan PKL,” ucap Agus seraya berharap betul kedepannya tidak ada lagi pelanggar-pelanggar perda. (HRS)

Komentar anda