Satpol PP Lebak Diklaim Gagal Jalankan Tugas, Pengusaha Tambang Bodong Aman Beroperasi

  • Bagikan

LEBAK, kabar1.com- Gagalnya pelaksanaan penutupan tambang pasir kuarsa di Desa Nameng kecamatan Rangkas Bitung kabupaten Lebak, Banten, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak menuai tanda tanya besar bagi berbagai element masyarakat setempat. 

Dituturkan Jani, tokoh masyarakat Desa Nameng, yang merasa aneh dan tidak habis pikir dengan sikap Satpol PP kabupaten Lebak yang urung menutup galian C bermasalah tersebut.

“Ya, kami tahu bahwa Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang digunakan Gunawan, bukan milik dia dan bukan pula hasil kerjasama. Melainkan dari produk yang tak jelas.” katanya, pada kabar1.com, Selasa (11/7/2018).

Baca juga :  HMI Cabang Kota Bogor Kukuhkan Wajah Baru Komisariat Ekonomi

Sementara itu, Dadang Suhendar, yang menjawab pertanyaan media, terkait IUP yang digunakan Gunawan selaku bos tambang pasir di Desa Nameng, menurutnya tidak pernah mengenal Gunawan, apalagi menjalin bentuk kerjasama usaha sebagaimana dikuinya di hadapan Kasatpol PP. Dartim dan Camat Rangkasbitung H.Ade, serta Pjs Kepala Desa Nameng Hasanudin.

Baca juga :  Jalin Kebersamaan Bupati Lebak Di Dampingi Ketua Koni Ikut Dalam Nobar Piala Dunia 

“Jangankan kerjasama usaha, kenal pun dengan Gunawan tidak, jadi Poto kopi IUP yang jadi dasar usahanya saat ini dan di klaimnya dari hasil kerjasama, jelas itu adalah bohong belaka,” Tandas Dadang.

Lebih lanjut secara juridis, imbuh Dadang, Pemkab Lebak dalam hal ini Satpol PP Lebak,  sudah tidak perlu ada keraguan lagi, untuk bertindak tegas menutup usaha terindikasi ilegal yang merusak perasarana cek dum dan jalan poros Desa Nameng tersebut.

Masih kata Dadang, kalau IUP yang dikantongi Gunawan diperoleh secara melawan hukum, maka sudah dipastikan, sejak kali pertama beroperasi, usaha tambang di Desa Nameng itu, sama sekali tidak mengantongi ijin yang legal.

Baca juga :  Pemerintah Izinkan Usia Muda Kembali Bekerja, Ini Alasannya

“Saya rasa waktu datang ke lokasi tambang para pejabat berwenang bisa mempertanyakannya, kenapa ngaku kerjasama, tapi bukti kerjasama saya di notaris tidak ditunjukan oleh Gunawan,” sergahnya. YNS/WNK

 

 






  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *