Satpol PP Dramaga Ini Kreatif Banget

BOGOR, kabar1.com – Yuswira, usianya masih sangat muda, 32 tahun. Kerjanya ‘cuman’ anggota Satpol PP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Namun, siapa sangka, jika orang ini punya daya kreatifitas yang tinggi.

Ya, ‘Jangan Nilai Buku Hanya Dari Judulnya Saja’, begitu kata peribahasa. Dibalik seragam cokelatnya, Yuswira mampu menyulap beragam limbah bekas bungkus kopi menjadi aneka kerajinan tangan, seperti Tas Jinjing, taplak meja, Lampion, kap Lampu tidur dan sebagainya.

Ditemui di Mako Pol PP Kecamatan Dramaga, Yuswira, mengaku, kemampuannya membuat aneka kerajinan itu, didapatnya secara otodidak dan lebih dari iseng belaka.

“Rumah saya persis berdekatan dengan sebuah warung kopi, dimana sampah-sampah bekas bungkus kopinya selalu berserakan dan sering mengotori halaman rumah saya,” kata Yuswira.

Baca juga :  Imbas Perusahan Dirikan Pabrik Pantai Salira Sepi Pengunjung

Dipicu rasa kesal, Yuswira, akhirnya ide ide pun bermunculan untuk mencoba mendaur ulangnya.

“Pertama-tama, saya coba dulu membuat lipatan lipatan. Lalu saya rangkai, saat itu belum terpikir untuk membuat tas, membuat Lampion maupun tempat tissu. Tapi begitu istri saya pulang berbelanja dari mini market di seberang rumah, barulah terpikir untuk membuat tas,” ungkapnya.

Awal membuat tas dari bungkus bekas kopi, lanjutnya, memang tidak mudah, karena semua ukuran lipatannya harus serupa, bahkan untuk merangkai dan menganyamnya pun cukup sulit.

“Akan tetapi karena keinginan hati untuk mencobanya cukup tinggi, akhirnya selama dua malam berturut turut saya tidak tidur hanya untuk menemukan tehnik dan cara melipat, serta merangkainya agar bisa membentuk sebuah tas, dan akhirnya dalam waktu tiga hari, saya berhasil membuat satu tas meskipun dengan bersusah payah,” bebernya.

Baca juga :  Pajak ADD-DD Jadi Polemik, Sekda Warning DPMD

Kini, sambung Yuswira, kemahirannya menyulap limbah sampah bekas bungkus kopi menjadi Tas tersebut, sudah menjadi bagian dari kegiatannya sehari hari, bahkan sering dilakukan se-usai berkeliling tugas patroli wilayah. Hebatnya lagi, Yuswira mengaku, kemahirannya tersebut, kini dijadikan sebuah program peduli lingkungan bagi jajaran Satpol PP Kecamatan Dramaga.

“Agar diketahui, untuk membuat satu tas minimalis, dibutuhkan 250 bungkus kopi, dimana bahan bakunya saya peroleh dari berbagai tempat, seperti dari dapur kantor kecamatan, dari warung kopi seberang kantor kacamatan, maupun dari sepanjang jalan yang saya temukan berserakan, termasuk dari tempat sampah dekat rumah,” tuturnya.

Baca juga :  Pengusaha Tambang Akhirnya Pasrah

Masih kata Yuswira, sampai saat ini jumlah tas bungkus kopi buatannya diperkirakan mencapai 70 buah dan selalu dihadiahkan kepada sanak pamili, para tetangga, maupun teman dan kenalan, termasuk diberikan cuma cuma kepada sesama rekan kerjanya.

“Tas jinjing berbahan baku bekas bungkus kopi ini tidak pernah saya jual, cukup saya hadiahkan saja kepada orang orang terdekat yang saya kenal. Tujuannya sih agar bisa menjadi motivasi bagi orang banyak agar mau cinta kebersihan lingkungan dari sampah, serta peduli untuk memanfaatkan limbah sampah mejadi sesuatu yang bermanfaat, sehingga sampah tidak lagi menjadi musuh utama lingkungan, melainkan menjadi sahabat kehidupan apabila ditanganinya dengan baik,” tukasnya.FUZ






Pos terkait