Satpol PP Cianjur Kirim 72 PSK ke Sukabumi

  • Bagikan

CIANJUR, kabarsatu.com – Sedikitnya 72 wanita penjaja seks komersil (PSK) dikirim ke panti rehabilitasi Sukabumi oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur. Mereka (para PSK-red), sebelumnya terjaring dalam razia yang digelar korps penegak Perda tersebut.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”11″ awb_image_size=”full” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.2″ awb_parallax_mobile=”true”]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Uniknya, dari ke-72 wanita tuna susila itu, beberapa diantaranya diketahui sudah pernah ditangkap Satpol PP pada giat operasi serupa yang digelar sebelumnya. Hal ini diakui Sekretaris Satpol PP Kabupaten Cianjur, Moch Asep Saepurohman kepada kabarsatu.com.

Menurut Asep, setelah beberapa kali melakukan operasi ke sejumlah titik yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para PSK atau wanita penghibur, pihaknya mengamankan 128 orang. Namun hanya 72 di antaranya yang dipastikan PSK dan dikirim ke Sukabumi.

“Seperti yang diketahui, kami sudah beberapa kali menggelar razia, seratus lebih yang diamankan, sebagian besarnya dikirim untuk dibina dan dididik karena sudah terjaring beberapa kali. Diharapkan bisa berubah dan tidak kembali menjalani aktivitas sebelumnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Asep juga menjabarkan, rata-rata para perempuan yang dikirimkan dibina selama tiga sampai enam bulan di sana, dengan segala fasilitas yang digratiskan. “Di sana ditanggung pemerintah, dididik sebaik mungkin dan diberi keahlian,” katanya.

Namun dia menyayangkan dari banyaknya perempuan yang dibina, ada yang kembali terjaring razia dengan masalah serupa. Padahal seharusnys setelah dibina, mereka bisa berubah dan beralih profesi ke yang lebih baik.

“Ini yang kami sayangkan, tapi ini kembali ke masalah mentalitas. Pemerintah sudah berupaya, namun mereka tetap memilih untuk mencari uang secara instan,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia, Satpol PP akan terus berupaya melakukan penjaringan PSK. Bahkan pada Rabu (20/9/2017) siang, Satpol PP mendapati ada dua perempuan yang sudah mangkal untuk menjual diri.

“Ternyata tidak hanya malam, siang pun sudah ada yang berkeliaran. Kami ingin mewujudkan Cianjur lebih maju dan agamis, salah satunya memberantas kemaksiatan,” pungkasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Pemerintah Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur berencana untuk melakukan penertiban terhadap beberapa tempat yang diduga menjadi lokasi prostitusi di Sukanagara. Hal itu dilakukan untuk menjadikan Sukanagara lebih maju dan agamis tanpa dan menjalankan program anti maksiat.

Kasi Ketentraman dan ketertiban Umum Kecamatan Sukanagara, Asep Abdul Hanan, mengatakan, ada beberapa tempat yang diduga menjadi tempat prostitusi, dua di antaranya warung remang-remang dan satu lainnya berupa bangunan permanen. “Sudah dipetakan tempatnya, diduga ada tiga lokasi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam menertibkan tempat tersebut, pihaknya tengah menunggu momen, sebab saat ini sedang fokus terkait sampah domestik yang menumpuk. “Sekarang urusan sampah dulu, dalam waktu dekat urusan maksiat kami berantas,” katanya.

Asep mengatakan, penertiban itu bakal dilakukan bersama Polsek dan Koramil, sehingga akan lebih maksimal. “Pastinya kami akan melibatkan polisi dan TNI, petugas pun terbatas, jadi koordinasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Menurutnya, Pemerintah kecamatan Suganara sudah komimen untuk menajalankan segala program keagamaan, terutama untuk memberantas kemaksiatan. “Pastinya program Cianjur lebih maju dan agamis , makanya apapun yang berbau kemaksiatan, kami akan berantas tanpa pandang bulu,” tandasnya.DIE

  • Bagikan