Satpol PP Cianjur Cabut Segel THM BNB

CIANJUR, kabar1.com – Penyegelan tempat hiburan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu, dengan menyegel empat tempat hiburan masih belum selesai.

Dari ke empat tempat hiburan hanya baru satu pemilik tempat yang telah melakukan pengurusan ijin, dan telah dicabut segelnya.

Kepala Seksi Penyidik pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim mengatakan, dari ke empat tempat hiburan diantaranya, BNB, LM, Parile, dan Teras kita, baru BNB saja yang telah memenuhi panggilan dan menyelesaikan perijinannya.

“BNB sudah melakukan prosesnya, dari ijin warga, Desa, dan Kecamatan sudah kumplit. Namun tinggal UPL dan Amdalnya saja sedang proses,” kata dia.

Heru mengungkapkan, untuk parile, LM, dan Teras kita, masih belum menyelesaikan prosesnya, bahkan untuk pemanggilan pun mereka mangkir dan langsung di urus ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

“Katanya sih mereka langsung mengurus ke DPM-PTSP, jadi kami belum tahu sudah apa belumnya. Jadi kami belum cabut segelnya,” kata Heru saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/9/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya masih menunggu arahan dari DPM-PTSP untuk tindakan selanjutnya. Selain itu, bila ke tiga tempat hiburan itu, belum mengurusi perijinannya selama tiga minggu pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan DPM PTSP.

“Kami akan tunggu selama tiga minggu dari awal proses penyegelan, untuk mengurusi ijinnya,” ungkap dia.

Sesuai prosedur, lanjut dia, karena pihaknya masih menunggu arahan dari Dinas. “Bila tidak ada proses, dan tidak ada ijinnya kami akan tindakan sesuai prosedur, serta ada penolakan dari DPM PTSP pengurusannya,” ujar dia.

Heru menambahkan, ketiga tempat hiburan itu, memang memiliki ijin, tapi sudah kadaluarsa dan belum di perpanjang lagi. Karena keputusan ada di Dinas, bisa apa tidaknya untuk melakukan perpanjangan.

“Bila tidak bisa diperpanjang, kami akan tindakan lanjuti surat peringatan, Pemanggilan bahkan penutupan tempat tersebut,” pungkasnya.

Pos terkait