Satgas Sektor 21 Tutup Saluran Pembuangan Limbah PT Kahatex

SUMEDANG, kabar1.com – Guna penyelamatan ekosistem dan kelestarian sungai Citarum. Satgas Citarum Sektor 21 penutupan lubang saluran limbah PT. Kahatex yang berada di kawasan Jalan Raya Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin, 25 Juni 2018. Pelaksanan penutupan melibatkan Ormas, Komunitas, dan Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam Relawan Bela Alam.

Koordinator Satgas Relawan Bela Alam, Kolonel Inf. Yusep Sudrajat menuturkan langkah penutupan lubang saluran limbah milik PT. Kahatex yang menghasilkan limbah cair 11 ribu kubik perhari tersebut merupakan tindak lanjut agenda program akselerasi pengendalian Sungai Citarum timnya dengan menurunkan 1 unit mobil molen (coran).

Baca juga :  IAD dan Kejari Kota Banjar Santuni Anak Yatim Piatu

“Saya mengapresiasi kepada semua elemen masyarakat, baik itu dari ormas, komunitas dan para mahasiswa maupun warga sekitar yang terlibat mendukung aksi ini. Dengan semakin banyak warga yang terlibat, artinya semakin tinggi kesadaran dan dukungan terhadap kesuksesan program Citarum,” imbuhnya.

Selain besarnya diameter lubang pembuangan, Yusef juga mengakui derasnya air limbah yang keluar dari outlet pembuangan menjadi kendala tersendiri bagi tim Satgas dan relawan.

“Belum lagi petugas dan relawan dihadapkan kesulitan harus memasuki pabrik PT. Five Star Textile dan dihadang dinding pagar setinggi sekitar 2 meter untuk bisa ke saluran pembuangan itu,” ungkapnya

Baca juga :  Pemkab Bogor Dukung Penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Tak hanya itu, untuk pelaksanaannya juga, Kol Yusep Sudrajat sudah melakukan pelaporan kepada Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan dan didukung oleh Sesjen Wantanas RI, Letjen Doni Monardo.

“Sebelumnya, pada hari jumat (22/6) satgas mengambil dokumen dan sampel di lapangan, selanjutnya dilaporkan kepada Pangdam (III/Siliwangi), dan mendukung atas penutupan lubang limbah hari ini,” jelas Yusep Sudrajat.

Mengetahui lubang pembuangan limbahnya sedang dilakukan penutupan, Kuasa hukum, Andi Nababan dan Manajer Compliment (Audit) dari PT Kahatex, Tamami langsung mendatangi lokasi memberikan pernyataan bahwa selama ini secara legal, pengolahan limbah sudah memenuhi prosedur berdasarkan peraturan SK Gubernur tentang standar baku mutu limbah. Alsannya karena pihak perusahaan bertanggung jawab atas buyer (pelanggan) yang tersebar di lebih dari 73 negara.

Baca juga :  Korban Banjir Bandang Jasinga Ditanggulangi

“Dengan adanya penutupan ini, tugas terberat kami adalah menerangkan kepada buyer-buyer yang sebagian besar di skala internasional, karena standar mereka (para buyer) untuk peraturan pengolahan limbah sangat tinggi,” tutup Tamami.ABY






Pos terkait