Sarman : Joko Driyono Harusnya Tidak Lagi Terlibat di Sepakbola Indonesia SeLamanya

JAKARTA, kabar1.com – Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI), Sarman El Hakim mendorong Menpora Imam Nahrawi memberikan sanksi organisasi mantan plt PSSI, Joko Driyono untuk tidak terlibat di sepakbola Indonesia seumur hidup.

“Sanksi pidana umum tuntutan dua tahun enam bulan itu tidak cukup. Menpora selaku penanggung jawab olahraga Indonesia harus meminta PSSI menjatuhkan sanksi hukuman seumur hidup terhadap Joko Driyono,” kata Sarman Hakim yang dikutip media online .

Muat Lebih

Hal ini ditegaskan Sarman setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin Sigit Hendradi terhadap terdakwa Joko Driyono dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dalam sidang lanjutan perkara tindak pidana umum di pengadilan negeri Jakarta Selatan. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim H. Kartim Haeruddin itu berlangsung Kamis (4/7/2019).

Hukuman secara organisasi itu, kata Sarman yang selalu mengkampanyekan Indonesia tuan rumah Piala Dunia 2022 itu, merupakan pembelajaran sehingga bisa membuat jera bagi pelaku pengaturan skor.

“Hukuman itu memang pantas diberikan terhadap Joko Driyono yang selama dua puluh tahun menjadi petinggi di PSSI dimana sepakbola Indonesia tanpa ada prestasi yang membanggakan,” tandasnya,

Dalam sidang di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, JPU menyatakan dalam persidangan terdakwa mengakui memerintahkan saksi Mardani Mogot yang kemudian bersama saksi Mus Muliadi memasuki areal yang sudah diberi garis polisi untuk mengambil sejumlah barang. JPU juga mengatakan tidak terdapat alasan pemaaf atau alasan pembenar penghapus pidana atas perbuatan terdakwa. “Sementara yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum,” ujar Sigit Hendradi.