Saatnya Trump Ikuti Suara Internasional Terkait Jerusalem

18
Dailami Firdaus

JAKARTA, kabar1.com – Anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, senator Republik Indonesia dari DKI Jakarta, meminta pemerintahan Presiden Donald Trump mengikuti suara mayoritas negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menolak Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Hal itu dinyatakannya ketika menanggapi hasil voting 128 negara pada sidang Majelis Umum PBB tanggal 21 Desember 2017 waktu New York, Amerika Serikat. “Voting PBB tersebut menandai  lemahnya dukungan atas deklarasi 6 Desember Trump sekaligus penolakan atas ancaman Trump yang akan memotong bantuan luar negeri Amerika Serikat jika tidak setuju dengan pandangannya,” kata Bang Dailami di Jakarta.

Hanya 9 negara yang mendukung posisi Trump, umumnya berasal dari negara kecil seperti Palau, Nauru, Mikronesia dan Kepulauan Marshall. “Pengakuan Jerusalem sebagai ibukota Israel telah melegitimasi pendudukan kawasan Masjid al-Aqsha padahal tidak diakui dunia internasional,” tegas Dailami kembali.

Negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah bertemu di Istanbul sepekan setelah pidato pengakuan Trump, telah mendorong berbagai reaksi Uni Eropa dan dunia internasional lainnya, termasuk Dewan Keamanan PBB.

Reaksi-reaksi tersebut dapat membuat Amerika Serikat dan pemerintahan Trump kehilangan legitimasi sebagai mediator pembicaraan damai perdamaian Timur Tengah yang kredibel, karena telah berpihak kepada Israel secara  unilateral atau sepihak.

“Amerika dibawah Trump kehilangan wibawa sebagai super-power ekonomi dan militer, karena banyak sahabat dan sekutunya, tidak setuju dengan pandangan Trump, bahkan dengan ancaman penghentian bantuan sekalipun” jelas Senator Dailami Firdaus mengakhiri pernyataannya.

Sebagai senator DPD RI dari dapil DKI Jakarta, Prof. Dailami akan mengadakan reses sebagai anggota parlemen pada akhir Desember 2017 hingga awal Januari 2018. Dirinya juga akan terbuka menyerap berbagai isyu lokal, nasional dan internasional, termasuk isyu Palestina, untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang relevan.FUZ*

Komentar anda