Ryamizard: Senpi Standar Militer Harus Ada Izin Kemenhan!

JAKARTA, kabarsatu.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa semua senjata api (Senpi) standar militer yang beredar dan pembelian di Indonesia harus atas ijin dari kementerian pertahanan.

Hal itu terkait polemik impor Senpi oleh Brimob Polri yang saat ini tengah tertahan di Bandara Soekarno Hatta. “Semua senjata itu harus izin menteri pertahanan ya,” tegas Menteri Ryamizard di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/10).

Baca juga :  Pesawat Pengangkut Logistik Pilkada Papua Ditembaki

Lebih lanjut, ketika ditanyakan apakah itu artinya pembelian impor Senpi sudah sesuai prosedur perizinan alias diketahui menteri pertahanan, ia kembali menegaskan bahwa sudah sesuai.

“Ya sudah sesuai prosedur tinggal nanti di lapangan serah terimanya segala macam,” ujar dia.

Ia juga menegaskan bahwa impor senjata tersebut tidak mengalami tumpang tindih kewenangan dalam pemberian izin tersebut.

“Ngga. Koordinasi ini belum berjalan dengan benar mudah-mudahan ke depan berjalan betul karena satu induk yaitu menteri pertahanan. Berpatokan pada satu undang- undang aturan itu kalau sudah kesitu sama semua,” pungkasnya.

Baca juga :  Bupati Irvan Pastikan ASN Kota Santri Dapat THR

Sebelumnya beredar informasi bahwa ada senjata yang ditahan Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) yaitu senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk dan 5.932 butir peluru.

Menurut Ketua Komisi I DPR Abdul kharis Almasyhari, masuknya ratusan pucuk senjata tipe Stand Alone Grenade Launcher (SAGl) kaliber 40×46 mm dan amunisi RVL-HEFJ kaliber 40×46 mm melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta terus mendapat perhatian publik.

Baca juga :  Agustus, Sudut Kota Bogor Bakal Diawasi

“Mengingat bandara yang digunakan bukan bandara militer melainkan bandara internasional kelas penerbangan sipil, yang dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan para calon penumpang,” Abdul kharis Almasyhari di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/9).FUZ*