Rintik Teriakan Kegusaran Dibalik Gerungan Deru Mesin Truk Tambang

BOGOR, kabar1.com – Berbicara soal Parung Panjang, pasti yang terlintas dalam alam pikir kita adalah kata ‘Jauh’. Ya, masuk akal memang. Secara demografis kewilayahan, ditilik dari ibukota Kabupaten Bogor, Cibinong atau Ibukota Jawa Barat, Bandung, kawasan ini memang terletak di paling ujung tapal batas. Dalam batas wilayah, baik Bumi Tegar Beriman ataupun Tatar Pasundan, Parung Panjang memang berada di barat daya yang berbatasan langsung dengan Tangerang, Provinsi Banten.

Layaknya sebuah wilayah perbatasan, Parung Panjang rupanya tak luput dari segudang permasalahan klasik dalam era perkembangan sebuah daerah di Indonesia saat ini. Sama dengan Kalimantan atau pun daerah-daerah tertinggal yang terletak nun jauh dari Timur Ibukota Jakarta sana, Parung Panjang memang layaknya sebuah daerah tertinggal. Bukan bermaksud nyinyir, tertinggal yang dimaksud adalah rona kehidupan warganya yang seolah-olah tertindas keserakahan kepentingan dengan menggeruk Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kawasan Barat Kabupaten Bogor saat ini.

Baca juga :  Warga Parung Panjang Blokir Jalan

Sayang, kembali pada sisi klise sebuah ketamakan, keluh kesah warga Parung Panjang setelah puluhan tahun tersiksa oleh debu jalan akibat lalu lalang truk-truk besar melintasi Jalan Provinsi yang membentang dari kawasan Cigudeg ke Parung Panjang, pun hanya dianggap angin lalu. Padahal, faktanya penyalahgunaan jalan provinsi menjadi jalan tambang sangat mengganggu kehidupan masyarakat.

Baca juga :  Satreskrim Polres Bogor Ringkus Pelaku Pencurian Mobil Sedan

Tak hanya soal perampasan jalan warga oleh monster-monster pembawa batu belah, puluhan korban jiwa pun melayang begitu saja. Tak cukup disitu, puluhan anak kehilangan bapaknya. Puluhan warga kehilangan keluarganya. Semua akibat aktivitas eksploitasi besar-besaran SDA di kawasan barat itu.

Entah apa yang ada dipikiran para penguasa mendengar, melihat dan mengetahui secara pasti erangan warga itu. Penguasah yang dimaksud disini, bukan saja di Kabupaten Bogor tapi mereka yang punya kewenangan serupa di ranah yang katanya Pemerintah Pusat, baik legislasi, eksekutif maupun orang-orang berseragam yang sudah bukan rahasia lagi bagi warga Parung Panjang, punya tangan besi dibalik aktifitas truk yang begitu langgeng menikmati kerusakan jalan disana.

Baca juga :  Kejari Cibinong Musnahkan Sejumlah Barang Bukti Hasil Kejahatan

Atau mereka para penguasa memang takut dengan kekuatan besar yang memang sudah mengkungkungi bisnis tambang sejak pertama kali masuk di tahun 1980-an lewat mediator orba dan sang kawan lama, Perdana Menteri Singapura saat itu?. Wallahu’alam bishshawwab…

Namun, persetan dengan tektek benget cerita itu. Yang pasti, bagi warga Parung Panjang. Hanya ada satu pertanyaan, sampai kapan semua ini akan berakhir?.

Berikut lampiasan curhat warga Parung Panjang yang coba disyairkan oleh seniman muda Parung Panjang.Redaksi/Fuz