Ridwan Kamil Tunggu Dukungan Partai

BOGOR, kabar1.com – Bakal Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwal Kamil mengaku enggan mencalonkan dirinya menjadi  Orang Nomor Satu di Jabar melalui jalur independen atau perseorangan.

Meski saat ini dia baru mengantongi 12 kursi (kurang 8 kursi lagi) yang masing-masing didapat dari Partai Nasdem 5 kursi dan PKB 7 kursi, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku kini lebih fokus pada dukungan koalisi partai.

“Opsi itu (independen) tidak ada. Karena tidak mungkin bisa mengumpulkan 2,5 juta jiwa ber e-KTP dalam waktu yang singkat,” kata Emil kepada wartawan dalam acara media gathering dan temu wicara dengan kalangan pengusaha HIPMI dan Apindo Jabar dan Kabupaten Bogor, di Parung, Sabtu (7/10/2017).

Baca juga :  Ini Moda Transportasi Baru Jakarta-Bogor

Emil mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa partai secara intensif. Bahkan ia sendiri secara terbuka menunggu pintu koalisi yang saat ini tengah dirancang oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Sejauh ini komunikasi yang kita lakukan sangatlah baik, bahkan beberapa partai diantaranya sudah memberikan komitmennya secara verbal tinggal menunggu hitam di atas putihnya saja,” ungkap Emil.

Menurut Emil dengan berkoalisi atau menggenapkan partai, itu menjadi peluang besar untuk memenangkan Pilkada 2018 nanti. Ia pun meyakini bahwa koalisi genap itu akan terbentuk di bulan ini. “Jadi saya fokus pada dukungan koalisi,” katanya.

Baca juga :  Keluarga Korban Pencabulan Anak Dibawah Umur Ngamuk di Kantor Polisi

Suami dari Atalia Praratya Kamil itu dengan tegas menolak jika ia ditawarkan menjadi Orang Nomor Dua di Pilgub Jabar. Ia pun secara terang-terangan akan sangat sulit berduet dengan Deddy Mulyadi meskipun ada kemungkinan Partai Golkar mendukungnya dalam Pilgub nanti.

“Koalisi dengan Golkar itu bisa saja tapi harus dengan kader lain. Saya pikir itu sulit karena dia (Deddy Mulyadi) juga ingin menjadi nomor satu. Dan saat ini posisi saya menunggu. Didukung alhamdulilah, tidak juga tidak apa-apa,” paparnya.

Baca juga :  Parrahutan Harahap Didaulat Jabat Ketua Bawaslu Subang

Jika dirinya tidak terpilih nanti, Emil mengaku akan kembali menjadi arsitek, profesi yang ia geluti sebelum menjadi Walikota Bandung. Keputusan menjadi bakal calon gubernur dianggapnya akan membuatnya bisa lebih leluasa dalam artian bisa melakukan tindakan langsung jikala ada masalah.

“Saya bukan politikus murni. Basic saya adalah doseb, arsitek. Saya tipe orang pekerja yang insyaallah selalu siap menyelesaikan masalah. Kalau menjadi orang nomor dua itu hanya akan bekerja saat orang nomo satu tidak bisa melakukannya. Makannya saya harus mencari dan mungkin menunggu wakil yang legowo mendampingi saya,” tandasnya.FUZ/NUR