Home / Teknologi / Daerah / Kesehatan

Jumat, 20 Maret 2020 - 13:15 WIB

Ridwan Kamil : Aplikasi PIKOBAR Untuk Pantau Covid 19 di Jabar

BANDUNG – Pemprop Jawa Barat luncurkan Aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (PIKOBAR). Diketahui, aplikai ini memiliki fitur periksa mandiri. Lewat fitur tersebut, warga Jabar dapat memeriksakan diri dengan melaporkan gejala-gejala yang dialami.

Medical Database Coordinator Prixa.Ai Kafi H Khaibar Lubis seperti dikutip Pikobar Jabarprop mengatakan, fitur periksa mandiri dalam PIKOBAR khusus memeriksa gejala-gejala penyakit pernapasan, khususnya COVID-19. Menurut dia, artificial intelligence periksa mandiri bisa mendeteksi 29 penyakit pernapasan.

“Kali ini kami bikin engine (dalam PIKOBAR) khusus untuk memeriksa gejala-gejala COVID-19 ini. Jadi, kami memisahkan penyakit-nya khusus COVID-19, di dalam ada 29 penyakit-penyakit yang berkaitan dengan pernapasan,” katanya.

Baca juga :  Kontak Covid-19 : Ke Dokter Atau Di Rumah?

“Karena kami tidak memberikan diagnosis secara pasti misalnya. Tapi, kemungkinan gejala-gejala yang ibu/bapak alami mirip dengan penyakit ini. Dan kemungkinannya ini,” tambahnya.

Kafi berharap menekan kepanikan masyarakat Jabar terkait COVID-19. “Masalah utama adalah kepanikan. Karena, satu, tidak tahu informasi yang jelas. Dua, tidak yakin apa yang mereka alami serius atau tidak. Dengan adanya PIKOBAR, diharapkan kita bisa mendapat informasi yang jelas, dan terpusat, dan resmi, dan scientific,” ucapnya.

Baca juga :  Antisipasi Kecurangan, Bawaslu Jabar Optimalkan Pengawasan

“Lalu, ini membedakan apakah kita perlu datang ke dokter dan diperiksa, dan harus mengalami penanganan lebih lanjut. Atau hanya di rumah. Dengan adanya aplikasi ini akan semakin banyak orang bisa ditahan di rumah dan tidak panik di rumahnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan PIKOBAR yang menggunakan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berkolaborasi dengan Prixa.Ai sebagai perusahaan mengembangkan aplikasi dan fitur periksa mandiri, sehingga mampu mendiagnosa apakah warga Jabar yang melapor mesti mendapatkan penanganan dokter atau cukup beristirahat di rumah (home care).

Baca juga :  Polres Kota Banjar Bentuk Kepengurusan Pokja Wartawan 

“Masyarakat jangan panik dulu, mesin canggih ini bisa menjawab di aplikasi ini (PIKOBAR),” kata pria yang akrab disapa Kang Emil saat meluncurkan aplikasi PIKOBAR di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/20).

“Apakah Anda punya gejala? Batuk. Batuknya berdahak atau kering? Disertai pusing atau tidak? Terus sampai semua pertanyaan terjawab. Nanti, hasilnya: tidak perlu ke dokter cukup istirahat, Anda perlu minum obat, atau perlu ke dokter,” tutupnya.*/STR/DP

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

BPBD Sumedang Bagikan APD ke Jurnalis Forkowas

Daerah

BPBD Sumedang Bagikan APD ke Jurnalis Forkowas
Hari Ini, 4 RSUD di Bogor Gelar Rapid Test

Kesehatan

Hari Ini, 4 RSUD di Bogor Gelar Rapid Test

Hukum Kriminal

Ada Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Pasar Cibinong

Daerah

Pemuda Karang Taruna Laksanakan Peyemprotan Disinfektan Lanjutan