Rico KNPI Anggap Walikota Bogor Pahlawan Kesiangan

KOTA BOGOR, kabar1.comLaju pembangunan di Kota Bogor terus menggeliat. Hampir di pelosok wilayah, khususnya kawasan bisnis dalam zona pengembangan kota, kini berdiri beberapa infrastruktur yang megah.

Namun sayang, pembangunan pusat bisnis itu, tak dibarengi dengan aturan yang ada. Padahal, perizinan di Kota Bogor jelas sudah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 7 Tahun 2006 tentang Bangunan dan Gedung.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Pembangunan Dan infrastruktur DPD KNPI Kota Bogor, Rikardo Hermes Batlolone angkat bicara. Ia mengaku curiga dengan adanya oknum-oknum dibelakang berdirinya sebuah bangunan tanpa izin di Kota Hujan saat ini.

Ia pun tak sungkan mencibir Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang dianggapnya tak lebih dari pahlawan kesiangan ketika melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bangunan ilegal tersebut.

“Sangat aneh kan, jika pembangunan ribuan meter bisa berdiri hingga terlihat tiang penyangganya di daerah yang cukup strategis, malah luput dari pengawasan?. Apakah ada yang bermain disana? Kalau iya, artinya memang jika otoritas Pemkot Bogor gampang dikangkangi pengusaha,” kritiknya.

Menurutnya, Pemkot Bogor dengan segala kewenangannya harus bisa tegas dan tidak loyo menghadapi para taipan-taipan bisnis. “Jika tak mampu, Pemkot bisa libatkan unsur kepemudaan atau mahasiswa dan yang lainya untuk mengontrol setiap terjadinya pembangunan,” usulnya.

DPD KNPI Kota Bogor, kata Rico, tidak akan tinggal diam melihat pelanggaran yang kini seakan menjadi budaya di Kota Sejuta Angkot ini.

Langkah yang kami tempuh saat ini, mengirimkan surat Audensi ke Dinaa terkait seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) agar dapat berdialog, kami juga sedang mengawasi beberapa bangunan yang tidak mengantongi ijin seperti Apartemen eks Muria Plaza dan pembangunan Transmart yang sangat meresahkan,” pungkasnya. (UBAY)