Revitalisasi Bangunan SDN Di Bogor, Belum Kantongi IMB

BOGOR-kabar1.com-Sejumlah proyek revitalisasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bogor, diduga belum memiliki surat izin mendirikan bangunan (IMB). Akibatnya, legalitas bangunan milik Pemkot Bogor tersebut perlu dipertanyakan.

Karena, hal tersebut sudah melanggar aturan yang dibuat. Padahal, dalam aturan tentang kepemilikan IMB untuk gedung milik pemerintah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

“Kami menyayangkan status ilegal gedung-gedung tersebut. Apalagi yang digunakan adalah uang negara yang harus jelas peruntukannya. Jadi, bagaimana aturan ditegakan kalau pemerintahnya sendiri melanggar aturan yang dibuatnya sendiri,” ujar pemerhati pembangunan, Antonius DS, di Bogor, Jum’at (12/10/2018).

Seperti, proyek revitalisasi gedung SDN Tajur 1, Kecamatan Bogor Timur, gedung SDN Bubulak 3 dan SDN Purbasari, Kecamatan Bogor Barat, gedung SDN Cimanggu Kecil, Bogor Tengah dan beberapa gedung sekolah lainnya. Diduga, gedung-gedung tersebut berdiri secara ilegal dan belum mengurus IMB-nya.

Sehingga, hal itu sangat bertolak belakang dengan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang selama ini gencar menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perubahan
atas Perda Kota Bogor Nomor 7
Tahun 2006, tentang Bangunan Gedung.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin mengakui bahwa revitalisasi sejumlah bangunan SDN di Kota Bogor, belum mempunyai IMB. Tapi, dia telah menghimbau, sambil mengurus IMB, pembangunan sekolah harus tetap berjalan. Karena, menggunakan uang negara juga ada batas waktunya.

“Ketiadaan IMB tidak harus menghalangi pekerjaan pemerintah untuk melayani masyarakat. Karena, sudah ada legalitas dan berdiri di atas lahan yang tidak bermasalah,” pungkasnya. URI

Pos terkait