Reuni PKS-PPP Kota Bogor Bangun Koalisi

29

BOGOR, Kabar1.com – Peta politik Pilkada Kota Bogor 2013 diprediksi bakal terulang dalam hajatan demokrasi periode mendatang. Di Pilkada Kota Bogor 2018 PKS menyatakan ingin membangun koalisi kembali dengan PPP dengan label koalisi keumatan.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto sesuai pertemuan dengan Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin yang didampingi jajaran pengurus DPC di sekretariatnya Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor belum lama ini.

Atang mengatakan, kedatangannya berserta jajaran pengurus DPD bermaksud menindaklanjuti rencana yang sudah disusun Agustus lalu untuk silaturahmi sekaligus membangun kesepahaman dengan PPP dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres.

Terkait Pilkada, lanjut Atang, PKS mempunyai sebuah keinginan untuk sama-sama membangun koalisi keumatan atau koalisi keumatan plus sehingga bisa melahirkan alternatif-alternatif kepemimpinan yang bisa dipilih oleh masyarakat.

Atang menilai potensi kader kedua partai sangat layak dan mumpuni untuk memimpin Kota Bogor jauh lebih baik kedepannya. Dari hasil pertemuan, sambungnya, kedua belah pihak sepakat secara formal akan membahas lebih konstruktif dan kongkrit terkait kesepahaman yang dijalin kemudian hari dalam forum lebih kecil.

“Kalaupun peta politik di tingkat Jawa Barat dan nasional di Pilkada serentak sejak tahun 2008 berbeda, saya kira itu tidak ada masalah. Karena yang kita usung adalah figur dipandang baik bukan masalah partai politik. Jadi kemungkinan masih berpeluang apakah berbeda atau sama,” tandas Atang.

Ditempat yang sama, Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengungkapkan, bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari komunikasi politik atau bagian ikhtiar kedua partai untuk sama-sama membuat satu formula memenangkan Pilkada Kota Bogor 2018.

“Baik PPP dan PKS tidak bisa maju sendiri-sendiri, sehingga kami punya kesamaan untuk saling melangkapi, dan sore ini kami sedang menjajaki kemungkinan koalisi di Pilkada 2018. Soal peluang koalisi kami rasa cukup besar karena banyak kesamaan sebagai partai berbasis Islam,” ungkap Zaenul.

Lebih lanjut dijelaskan Zaenul, soal figur wali kota dan wakilnya pihaknya belum bicara lebih jauh kearah sana, sebab sekarang tengah proses bagaimana menyamakan kesepahaman yang dibangun bersama-sama agar ketika nanti koalisi tidak ada yang disembunyikan dan saling terbuka diantara kedua partai.

“Yah, memang melihat pengalaman kami di Pilkada 2013 PPP berkoalisi dengan PKS, ada pengalaman yang sangat berharga. Dan ini akan menjadi dasar kami untuk membangun kembali koalisi di tahun 2018 nanti untuk meraih sukses,” tuntas Zaenul.

Diketahui, riwayat politik Pilkada Kota Bogor 2013, PKS, PPP dan Partai Hanura berkoalisi mengusung pasangan calon wali kota dan wakilnya, Ahmad Ru’yat dan Aim Halim Hermana. Ahmad dan Aim harus menerima kekalahan tipis dengan memperoleh 131,030 suara (32,70 persen) dari pasangan Bima Arya dan Usmar Hariman yang memperoleh 132,835 suara (33,14 persen). (HRS)

Komentar anda