Rekapitulasi Suara Pilkada, IT KPU di Bombardir Hacker

JAKARTA, kabar1.com – Pelaksanaan pilkada serentak 2018 memasuki babak baru. Kali ini, proses rekapitulasi real count KPU Pusat ‘dinodai’ serangan hacker. Akun telegram dan whatsapp tim Informasi Teknologi Komisi Pemilihan Umum (IT KPU) bahkan diretas para hacker meski upaya tersebut akhirnya berhasil digagalkan sang pemilik.

Dari penuturan Konsultan IT KPU Harry Sufehmi, dirinya bersama semua tim IT lainnya mengaku mendapatkan pesan singkat aneh dari Telegram yang meminta kode otentikasi yang biasa digunakan ketika login ke akun miliknya.

Baca juga :  5.107 Botol Miras Diamankan Polisi

“SMS otentikasi ini berisi kode, yang bisa dipakai untuk login ke Telegram. Langsung saya putuskan. Rekan-rekan tim TI KPU nyaris semuanya kena bombardir dan usaha hacking ini,” kata Harry.

Lewat penelusuran yang ia lakukan, upaya peretasan dilakukan dari Singapura. Untuk menanggulangi hal itu, ia mengaktifkan fitur keamanan two factor authentication.

“Saya langsung cek, ternyata ada hacker via Singapura yang baru saja masuk ke akun Telegram saya. Saya aktifkan fitur 2FA (two-factor authentication) di Telegram. Kemudian serangan berhenti,” Harry menambahkan.

Baca juga :  KPUD Kota Banjar Target selesai Pendistribusian Logisitk

Tak hanya itu, Ia juga mengaku dibombardir missed call dari nomor aneh. Missed Call itu berlangsung ratusan kali per jam tanpa henti. HS yang menangani sistem TI Pilpres 2019 ini mengaku baterai ponselnya sampai habis karena banyaknya ‘miskol’ yang masuk. Serangan missed call ini ia alami sekitar pukul 00.00 WIB pada Rabu (27/6) sampai Kamis (28/6) pagi.

Baca juga :  Satres Narkoba Buru Bandar Dikawasan Tanah Sereal Kota Bogor

“Rata-rata awalan +100. Baterai ponsel jadi cepat sekali habis dan panas sekali. Akhirnya terpaksa saya disable simcard dan menggunakan koneksi Internet via WiFi saja,” katanya.

Untuk mengantisipasi bombardir serangan hacker itu, Harry bersama tim akhirnya melaporkannya ke Bareskrim Polri guna ditindaklanjuti tim Cyber Crime. “Sudah kami laporkan ke Tim Cyber Crime. Tinggal menunggu hasilnya,” tutupnya.STR*