Racik Narkoba Sendiri, Mahasiswa Ditangkap Polisi

BOGOR, kabar1.com – Seorang mahasiswa di salah satu kampus ternama di Indonesia harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah terbukti mengedarkan narkoba di wilayah Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Pria yang diketahui berinisial FWW berusia 29 tahun tersebut diringkus Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Bogor, pada Minggu (27/5/2018). Kapolres Bogor, AKBP Andy Moch Dicky, mengatakan, dalam aksinya pelaku berkedok praktik pengobatan alternatif sebagai ahli (Hypnotherapy) yang berkamuflase produk herbal berupa teh sachet dan rokok herbal.

“Pelaku mengaku belajar meracik narkoba tersebut secara autodidak,” ujar Dicky saat menggelar rilis di Mako Polres Bogor, Senin (4/6/2018).

Masih kata Dicky, narkotika itu digunakan untuk membantunya menghipnotis para pasien lalu mensugesti para pasien agar percaya bahwa apa yang ia tawarkan itu manjur.

“Dia berpendapat bahwa ini dapat menyembuhkan penyakit seperti susah tidur, paranoid, berhenti merokok, kecanduan onani/masturbasi, gelisah, depresi, stress, gila, autis, melangsingkan tubuh, lebih cantik/tampan dan dapat meningkatkan imajinasi daya khayal Ide nafsu sex dan karya seni,” kata Dicky.

Baca juga :  Perampok Toko Swalayan Cianjur Dibekuk Polisi

Sementara, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alamsyah mengungkapkan, dari pengakuan pelaku barang tersebut dipesan melalui online shop dengan cara DM (Direct Message)- deal- transfer lunas – lalu dikirim menggunakan jasa pengiriman ekspedisi lokal dan salah satu transportasi online.

“Pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari online shop di instagram seharga Rp 800 ribu. Selain itu, untuk narkotika jenis tembakau 1 (satu) bungkus didapatkannya sekitar bulan Ferbuari lalu di Stasiun UI Kota Depok seharga Rp 700 ribu,” ungkap Andri.

Dari tangan pelaku, Polre Bogor berhasil menyita beberapa barang bukti. Diantaranya, 1 (satu) toples bening narkotika jenis ganja, 1 (satu) buah tabung kaca (inhaler) narkotika jenis ganja, 4 (empat) linting roko herbal yang di duga narkotika jenis ganja dan tembakau sinte, 2 (dua) bungkus plastik bening narkotika jenis tembakau sintetis Merk Arjuna, 1 (satu) bungkus plastik klip warna hitam bertuliskan Arjuna berisikan narkotika jenis tembakau sintetis dan 1 (satu) linting roko herbal (kertas jisamsu) berisikan narkotika jenis tembakau sintetis.

Baca juga :  Soal Tahanan Tewas, Begini Jawaban Polisi 

Selain itu, polisi juga mengamankan 3 (tiga) buah alat cetak pembuat rokok, 1 (satu) bungkus plastik bening berisikan busa rokok, 10 (sepuluh) buah kotak kaleng untuk menyimpan rokok bertuliskan super, 3 (tiga) pcs kertas pahpir bertuliskan Buffalo Bill, 16 (enam belas) buah stiker bertuliskan Arjuna, 82 (delapan puluh dua) buah stiker Magic elephant, 1 (satu) lembar kertas hologram dan 1 (satu) bungkus plastik bening berisikan amplop plastik warna gold isi 100 lembar.

Baca juga :  Gara-Gara PL Tertembak, Ratusan Pistol Polisi Diperiksa Polres Bogor

“Kita juga amankan 150 (saratus lima puluh) buah stiker bertuliskan Go Jek, 2 (dua) bungkus plastik bening berisikan stiker bertuliskan Segel Rusak, 4 (empat) buah cangklong, 2 (dua) buah timbangan digital warna silver, 1 (satu) plastik besar berisikan kertas teh sachet, 2000 lembar dan alat hisap berupa bong sisha kecil,” tutur Andri.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal yang diprasangkakan yaitu Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 1 daftar Narkotika golongan 1 nomor urut 88 Permenkes RI No 7 tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. “Pelaku diancam maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tandasnya.FUZ






Pos terkait