Puskesmas Parungpanjang Klarifikasi Komentar Warga di Whatsapp

32

BOGOR, kabar1.com – Beredarnya sebuah pesan di media sosial whatsapp tentang seorang warga peserta BPJS yang hendak meminta rujukan untuk calon bayi, namun ditolak Puskesmas Parungpanjang, langsung diklarifikasi Kepala Puskesmas bersangkutan dr. Susi Juniar.

Menurutnya, tidak semua kasus medis yang dialami pasien bisa dirujuk.

“Ada aturan resmi dari pihak BPJS. Hampir 150 penyakit tidak boleh dirujuk,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Susi, isu penolakan pemberian rujukan terhadap pasien yang ramai di medsos WA tersebut, tidak benar. Karena pasien tersebut memang seharusnya masih sanggup ditangani oleh pihak puskesmas.

“Kalau tidak ada masalah dengan kehamilan, kan tetap harus ditangani di puskesmas,” ujarnya.

Dia menambahkan, kalaupun pasien memaksa mau berobat umum, tidak perlu ada rujukan dari puskesmas.

“Cukup diurus langsung ke BPJS, tanpa harus ada USG.” paparnya.

Sebelumnya, sudah beredar luas sebuah pesan melalui akun media WhatsApp milik Uswatun. Berikut ini petikan WA tersebut.

“Assalamualaikum, hari ini saya ke Puskesmas mau minta rujukan buat USG, buat persyaratan pembuatan BPJS calon bayi, tapi ditolak kerena tidak ada keluhan. Padahal BPJS saya bayar pribadi. Saya sangat kecewa pada Puskesmas Parungpanjang, mau buat rujukan aja susah. Wasalamualaikum.”  (RIE)

Komentar anda