Pungli di Desa Pasir Kacapi Mulai Rp500 sampai Rp3 Juta

Home / Hukum Kriminal

Jumat, 25 Mei 2018 - 19:38 WIB

RANGKASBITUNG, kabar1.com – Pungutan liar (Pungli) yang dilakukan anak Kepala Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, ternyata cukup bervariatif, mulai dari Rp500 hingga Rp3 juta tergantung luas tanah.

Informasi yang didapat dilapangan, besaran uang itu akan dipergunakan untuk kebutuhan transportasi, administrasi dan dana ukur yang akan dilakukan pihak BPN Kabupaten Lebak.

“Warga dikenakan biaya yang ber variatif nominal nya perbidang di pungut biaya Rp500 ribu, Rp750 ribu, Rp1,5 juta sampai 3 juta rupiah oleh oknum desa,” kata salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan karena mengaku ada intimidasi dari oknum desa.

Baca juga :  1.397 Obat Berbahaya Diamankan Polda Jabar

Warga itu juga menceritakan, pengembalian dana yang dilakukan sang oknum setelah ulahnya diketahui khalayak, tak penuh dikembalikan kepada warga. “Ada yang sudah ada yang belum. Tapi yang udah juga hanya sebagian. Gak full. Itu pun yang menerima kuitansi saja,” bebernya.




tbn

Menurut sumber terpercaya itu, sang oknum mengaku, pengembalian dana yang dilakukannya dengan dalih merupakan uang pinjaman. “Jadi gak tahu kemana larinya uang kami itu. Dia bilang begitu, uang yang sekarang dikembalikan itu merupakan uang pinjaman jadi hanya setengahnya dulu,” paparnya.

Baca juga :  Dewan Bakal Sidak Pabrik Maut, Polisi Panggil SKPD Terkait

Diberitakan sebelumnya, edan, tak ada kata lagi memang yang bisa menggambarkan ‘arogansi’ anak Kepala Desa (Kades) satu ini. Tak tanggung-tanggung, 400 kepala keluarga (KK) ditipu mentah-mentah anak sang pamong dengan dalih Program Penataan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digaungkan Presiden Joko Widodo.

Sang ‘pangeran’, terbukti secara otentik telah melakukan pemungutan dana pembuatan sertifikat PTSL kepada warga. Padahal, seperti diketahui, program ini gratis, atau sama sekali tak dipungut biaya.

Baca juga :  Akun Facebook Kena Hack, Caleg Golkar Lapor Polisi

Ironisnya lagi, Desa yang dimaksud ini tak masuk dalam salah satu desa sasaran PTSL yang diselenggarakan Pemerintah Pusat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemda setempat.

Perwakilan BPN Kabupaten Lebak, Mamat saat dikonfirmasi membantah jika Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja masuk dalam sasaran Program PTSL. “Desa Pasir Kacapi tidak masuk dalam sasaran. Jadi tolong kepada siapa saja, jangan macam-macam dengan Program PTSL,” tegasnya.

Sayang, saat akan dikonfirmasi, Kepala Desa Pasir Kacapi, Jamhadi sulit ditemui.