Puncak Dua Bukan Prioritas

  • Whatsapp

BOGOR, kabar1.com – Gagalnya pembangunan Jalur Poros Tengah Timur atau Puncak Dua rupanya lebih dikarenakan prioritas. Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Badan Perencanaan Pembangunan Pengembangan dan Penilitan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.

Ia menyebut, Pemerintah pusat melalui Kemen PU juga sudah menyampaikan akan memprioritaskan puncak satu dulu, untuk pelebaran jalan dan pembuatan rest area dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Itu akan diselesaikan sampai dengan 2019. “IPM dan akses ekonominya masih cukup rendah karena infrastruktur belum terkoneksi dengan keawasan berkembang. Namun permasalahannya sekarang yakni dari sisi prioritas pembangunan kaitan dengan anggaran pembiayaan dan lain-lain,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/8).

Ajat juga menampik kabar jika pembangunan ini (Jalur Puncak Dua-red) dikhawatirkan akan memberian dampak bencana banjir terhadap Ibu Kota Jakarta.

“Tidak benar lah. Karena yang jelas, Puncak Dua itu sudah punya Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) yang diajukan Dinas Bina Marga Jawa Barat. Mereka yang mengajukan,” tegasnya.

Ajat memastikan bahwa dalam rencana pembangunan jalur tersebut berdasarkan konteks kebijakan, sebetulnya semua sudah sepakat dan tidak ada perbedaan antara pelaku pembangunan dalam hal ini Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor.

“Pembangunan jalan itu ditujukan untuk masyarakat karena dengan adanya pengembangan jalan, maka akan memberi nilai tambah. Ini hanya masalah time line yang sedikit tersendat karena prioritas pembangunan dari para pelakukanya,” kata Ajat.

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia