Home / Hukum Kriminal

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 03:24 WIB

Puluhan Miras dan Perempuan Malam Diamankan Satpol PP Cianjur

CIANJUR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur berhasil mengamankan puluhan Miras dan perempuan terduga pekerja Tunasusila saat menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Jumat (14/8/2020).

Kegiatan tersebut digelar Jumat (14/8/2020) sekitar pukul 20:00 wib hingga Sabtu (01/8/2020). Dengan menyisir lokasi yang diduga dijadikan tempat prostitusi diantaranya, Jalan Raya Bandung Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Sukaluyu.

Baca juga :  Tekan Angka Kecelakaan Dan Pelanggaran, Polres Lebak Kembali Gelar Operasi Rutin

Kepala Bidang Penegak Perda, Tribumtransmas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Tulus Budiyono, mengatakan, kegiatan pekat ini tidak hanya Miras saja, bahkan Perempuan terduga Pekerja Seks Komersial (PSK) pun diamakan di beberapa lokasi di Cianjur timur.

Baca juga :  Teror Bom di Surabaya, Ini Kata Jokowi

“Kami amankan 60 botol miras berbagai merek, 200 kantong oplosan siap jual dan 18 perempuan terduga PSK,” kata Tulus seusai kegiatan operasi, Sabtu (15/8/2020).

Tulus menjelaskan, Miras beserta perempuan tersebut diamankan didua penginapan di Jalan Raya Bandung, tempat hiburan karaoke dan warung remang-remang di Kecamatan Karangtengah dan Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.

Baca juga :  Ada Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Pasar Cibinong

“Mereka (PSK) akan di BAP terlebih dahulu dan nanti dari hasil penyelidikan ketahuan mana yang berprofesi sebagai PSK mana yang bukan. Sehingga akan dikirim ke Rumah Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (RRSKW) Sukabumi,”katanya. DIE

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Hukum Kriminal

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Gaya Hidup

Kekerasan Anak, Kabupaten Bogor di Garis Merah

Hukum Kriminal

1.397 Obat Berbahaya Diamankan Polda Jabar
Kunjungi Selandia Baru, Kepala BNN RI Akui Peredaran Narkoba Makin Kompleks

Hukum Kriminal

Kunjungi Selandia Baru, Kepala BNN RI Akui Peredaran Narkoba Makin Kompleks