Presiden Ingatkan Berprasangka Baik Sebagai Budaya Bangsa

JATENG, kabar1.com – Tantangan bagi bangsa Indonesia ke depan, mulai dari perang dagang antarnegara, radikalisme, hingga revolusi industri, akan semakin sulit. Untuk itu diperlukan persatuan dan persaudaraan untuk menghadapinya.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat menghadiri acara Haflah Khataman Alquran dan Haul Al-Maghfurlah K.H. Ahmad Jisam Abdul Manan di Pondok Pesantren An-Najah Gondang, Gondangtani, Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sabtu malam, 14 Juli 2018.

Baca juga :  PHK Puluhan Ribu Buruh Gara-Gara Jokowi?

“Kita ini bersatu saja menghadapi tantangan besar yang semakin sulit belum tentu bisa memenangkan apalagi tidak bersatu. Oleh sebab itu saya mengajak kita semuanya untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah kita, menjaga ukhuwah wathaniyah kita,” kata Presiden.

Baca juga :  Jokowi Jangan Anggap Remeh Habib Rizieq Shihab

Selain itu, Presiden pun mengingatkan agar masyarakat tidak gampang curiga atau berburuk sangka kepada orang lain. Karena, Presiden melanjutkan, itu bukanlah budaya dan etika bangsa Indonesia dan juga tidak diajarkan oleh Rasulullah.

Baca juga :  Sungai Citarum Jadi Perhatian Serius Memasuki Musim Kemarau

“Yang benar itu husnu tafahum, selalu berprasangka baik kepada orang lain. Selalu melihat orang lain dengan penuh kecintaan. Tidak gampang curiga. Selalu berpikir positif. Tidak selalu menyampaikan hal-hal yang negatif terus. Merasa benar sendiri. Merasa pintar sendiri. Merasa betul sendiri,” ujarnya.






Pos terkait