Polda Jabar Tetapkan Pemilik Miras Oplosan Majalengka Tersangka TPPU

BANDUNG, Kabar1 – Ditreskrimsus Polda Jabar tetapkan SS dan istrinya HM sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pencucian uang dengan cara menggunakan uang hasil kejahatan penjualan minuman keras oplosan yang membahayakan kesehatan bahkan telah menelan korban meninggal dunia.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 3 Undang-Undang No.8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pasal 204 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

Baca juga :  Polda Jabar, Menggelar Gathering dengan Awak Media

Dari hasil proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan pihak Ditreskrimsus Polda Jabar, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menerangkan bahwa, modus operandi yang dilakukan kedua tersangka dengan cara memproduksi miras oplosan menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan dengan meraup keuntungan sebesar 13 ribu rupiah perbotol miras. Dalam sehari mereka berhasil menjual 416 botol ukuran 600 ml dengan keuntungan sebesar 5.616.000/hari. Dalam sebulan, kedua tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp. 168.480.000,- ( Seratus Enam Puluh Delapan Juta Empat Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah).

Baca juga :  Hanya 210 Kasus DBD, Sekdinkes Kabupaten Cianjur Klaim 2018 Menurun

“Tersangka memproduksi minuman keras oplosan sejak akhir tahun 2010 sampai dengan awal tahun 2018,” ujar Kapolda Jabar di Komplek Yayasan TK Kemala Bhayangkari, Kota Bandung, kamis (5/7/2018).

Setelah menetapkan pemilik produsen miras oplosan SS dan istrinya HM sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang, pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti diantaranya uang tunai Rp. 65.351.000,-, kwitansi senilai 50 juta uang muka atas pembelian lahan sawit, bukti transfer Bank senilai 600 juta rupiah untuk pembelian kebun, 3 unit bidang tanah dan bangunan, dan 2 bidang tanah seluas 2184 meter persegi dan 2285 meter persegi yang ada di wilayah Kabupaten Bandung. CUY