Pohon Kelapa Milik Pemkab Cianjur Mengering

CIANJUR, kabarsatu.com – Sebanyak 37 pohon kelapa kuning yang ditanam pemkab Cianjur sepanjang ruas Jalan Raya Bandung hingga Ciloto mulai mengering. Hal itu diperkirakan akibat kemarau dan lokasi penanaman yang tidak pada tempatnya dan terkesan dipaksakan.

Padahal, nilai per pohonnya mencapai Rp 500 ribu, sementara Pemkab Cianjur sejak awal tahun sudah menanam lebih dari 2.000 pohon kelapa kuning.

Divisi Green Enforcement Dewan Pimpinan Pusat Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia,Soedrajat, menyayangkan penanaman pohon kelapa kuning di wilayah Cipanas hingga Puncak yang daerahnya tak cocok untuk ditanami pohon kelapa.

Menurutnya,  setelah menanam seharusnya dilakukan perawatan apalagi di wilayah Cipanas yang notabene hampir tak ada pohon kelapa yang dapat tumbuh dengan baik. Menurutnya perawatan setelah menanam akan sangat penting guna tumbuh kembang pohon kelapa tersebut.

Baca juga :  Diduga Bocor, Satpol PP Hanya Menjaring 11 PSK

“Bukan hanya menanam saja, tapi harus dengan perawatannya,” ujar Soedrajat saat dihubungi, Selasa (26/9/2017).

Dia menambahkan, pohon kelapa memang kurang cocok ditanam di lahan dengan ketinggian di atas 1.100 meter dari permukaan laut seperti di kawasan Ciloto. Pohon yang cocok untuk peneduh jalan, kata Soedrajat, selain trembesi mungkin flamboyan yang banyak ditanam di pingir jalan raya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, mengatakan tujuan ditanamnya pohon kelapa kuning untuk menambah kesan estetika, dan menghadapi kemarau berkepanjangan. Pohon kelapa kuning tak hanya ditanam di pinggir jalan melainkan di tengah median jalan seperti yang terlihat di Jalan Dr Muwardi Bypass. Karena kondisinya masih kecil daun pohon kelapa yang terdapat di median jalan ini diikat daunnya menjulur ke atas karena khawatir mengganggu pengendara terutama pengendara roda dua.

Baca juga :  Hutang RI Diatas Rp 3.000 Triliun

Dia mengakui, jika banyak pohon kelapa kuning yang mulai mengering hingga mati. Menurutnya penyebab kematian di dua titik berbeda tersebut diduga karena kekeringan dan faktor ketinggian area tanam. Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur mengaku sudah melakukan penyulaman kembali dengan mengganti pohon yang sudah mengering dengan pohon kelapa yang baru.

“Kami sudah terima laporan tersebut jumlah yang mengering ada 37 buah, memang untuk daerah Kecamatan Haurwangi karena kekurangan air, lalu yang di atas kawasan Puncak karena diduga kurang cocok habitatnya,” kata Mamad saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia mengatakan untuk kawasan Kecamatan Haurwangi akan mulai ditanam kembali memasuki musim hujan mendatang. Khusus untuk wilayah Puncak akan dilakukan penyulaman dan evaluasi jika pohon kelapa tersebut mati kembali maka akan dibuatkan berita acara agar tak menanam lagi pohon kelapa dan mengganti denga pohon jenis baru.

Baca juga :  Ratusan Kilo Ganja Diamankan Polres Cianjur

“Ini kan perintah pimpinan, jadi harus dilaksanakan. Kalau memang sudah tidak cocok, maka dibuarkan berita acara untuk tidak menanam lagi di sana,” kata dia.

Mamad menambahkan, terkait perawatan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lain, sebab penanaman hingga perawatan tanaman di kanan-kiri jalan, pada dasarnya merupakan tupoksi instansi lain.

“Terpenting nantinya kalau sudah ditanam ada perawatan supaya tidak membahayakan pengguna jalan. Sebenarnya pohon lain pun kalau tidak dirawat memberikan risiko yang sama. Pada intinya ada perwatan berlebih,” pungkasnya.DIE






Pos terkait